Ingin jalan-jalan tapi belum punya uang ? Maunya banyak, tapi sayang modal jalan-jalan tidak cukup ? Ngutang kiri kanan dulu yang penting hepi exist ? Hehehe no way lah yau.

Sebetulnya mudah kok untuk menabung untuk perjalanan itu, masalahnya kebanyakan orang cuma sampai di mulut saja, tanpa mau melakukannya. Banyak juga yang tidak habis pikir gimana caranya jalan terus duit kok nggak abis-abis, lah gaji aja pas-pasan. Nah bagaimana caranya kita bisa menyisihkan uang untuk perjalanan tanpa terasa, walau dengan gaji seadanya ? Nah coba cek kiat-kiat berikut.

Tentukan tujuan :
Haduh godaan jalan-jalan itu besar sekali. Apalagi kalau kita belum pernah keluar negeri. Ingin jalan-jalan tapi terbentur biaya, dannnnnn banyak maunya kesini mau kesana mau, Nah dari pada pusing, langsung cakcus tentukan mau pergi kemana. Buat saja daftar impiannya misalnya 6 tempat utama, lalu setelah itu buatlah prioritas mau kemana dulu.

Contoh ya Singapore, Malaysia, Thailand, Jepang, China, Eropa. Kalau untuk pemula yang belum pernah pergi, cobalah dulu Singapore dan Malaysia, supaya tidak langsung culture shock / gegar budaya. Kalau sudah pernah beberapa kali bepergian, bolehlah ke tempat yang lebih jauh.

Tentukan target biaya
Lihat panduan mengenai target biaya disini. Jangan berpikir bahwa biaya itu hanya tiket pesawat murah saja ya. Coba iseng hitung biaya total perjalanan, pasti terkaget-kaget. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghitung biaya secara menyeluruh.

Tentukan target waktu
Ini juga orang kita suka tidak mikir panjang. Maunya langsung pergi minggu depan, hahaha, tapi uangnya belum cukup. Nah solusinya dibalik. Jadi daripada pergi dadakan karena pengaruh teman, persiapkan dulu semuanya di depan.

Contoh ya : biaya ke Jepang total semuanya adalah 20 juta untuk 10 hari.

Maka beginilah hitungannya :
20.000.000 : 12 bulan = 1.700.000 / bulan (wah keberatan, ok maka perpanjanglah waktunya)
20.000.000 : 24 bulan = 835.000 / bulan
20.000.000 : 36 bulan = 560.000 / bulan
20.000.000 : 48 bulan = 420.000 / bulan
20.000.000 : 60 bulan = 335.000 / bulan
20.000.000 : 72 bulan = 280.000 / bulan

  • perhitungan dibulatkan biar mudah…

Mengerti ya? Intinya jangan maksa, kalau tidak sanggup nabung 1.700.000 / bulan, ya coba dengan kemungkinan lain sampai terjangkau. Lihat ternyata dengan menabung 72 bulan dengan 280.000/ bulan, sampai juga ke Jepangnya. Anggap saja arisan traveling dengan diri sendiri.

Yah lambreta bener ya. Lamaaa… lah duitnya cukupnya segitu kok, ya jangan dipaksain demi kekinian, buang duit sekaligus sekarang, ngutang pula, 20 jetong. Aduh jangan ya… ini namanya tidak smart.

Lagian ingat ini : Jepang itu nggak hilang dari muka bumi, hihihi, mau 20 tahun lagi pergi juga, tetep ada. Begitu juga negara lain. Hahaha. Malahan nantinya tiket akan semakin murah. Karena airlines akan saling bersaing gila-gilaan, lalu rute penerbangan pesawat murah semakin banyak.

Nah kalau sudah bisa menghitung demikian, coba bermain dengan hitungan negara lainnya ya.

Cari bank yang menyediakan tabungan berjangka :
Nah tadi sudah dapat hitungannya kan, sekarang tugasnya mencari bank yang menyediakan tabungan berjangka auto debet setiap bulannya, banyak kok.

Kalau saya pribadi dari jaman baheula menggunakan CIMB NIAGA untuk rekening jalan-jalan ini. Orang banknya sampai bingung rekeningnya ada 20 ahahahhaa, sudah diset 10 tahun kemuka, bulan apa akan jatuh tempo cair dan pergi kemana.

Setorannya sih gak banyak-banyak juga ada yang hanya 100.000, ada yang 200.000 begitu deh. Tapi saat jatuh tempo kan nggak pusing ambil dana pendapatan bulan itu buat jalan-jalan. Lagian tiap bulan dipotong otomatis, jadi nggak kerasa. Kayanya nggak punya duit, orang rekening utama sisa paling 200–300.000. Tapi rekening kiri kanannya gemuk semua. Hahaha.

Nah untuk jumlah masing-masingnya aku kembalikan kepada teman-teman. Ingat ya jangan memaksakan diri, pilih setoran yang ringan buat kita. Nggak lucu misalnya karena kita berhemat untuk nabung, sampai keperluan sehari-hari malah tidak terpenuhi. Hidup itu harus imbang, nabung iya, dinikmati juga iya.

Tentukan bank dengan fasilitas debet otomatis :
Kalau mau ikutan Niaga boleh, pilihan lainnya adalah bank OCBC NISP, BCA dan BNI. Coba cek di bank lainnya kemungkinan mereka punya program serupa.

Buka minimal dua rekening :
Satu rekening untuk rekening utama, dan satu rekening lainnya untuk transferan dana traveling ini. Minta fasilitas auto transfer setiap bulan dari akun utama ke akun travel. Jadi kita tidak pusing harus mentransfernya setiap bulan.
Buatlah jangka waktu minimal misalnya setahun. Setahun kemudian tanpa kita sadari, kita akan punya tabungan jalan-jalan.

Nah asik kan, tanpa kita sadari kita punya budget untuk jalan-jalan. Kalau aku ada satu rekening khusus satu lagi, rekening belanja. Ya abis suka sih barang bagus hahhaa. Jadi daripada pusing saat mau jalan dan bela beli, duitnya sudah tersedia disitu,kalau tidak dipakai semua ya gak papa, malah seringkali sisa.

Dan selalu pakai batas limit atas, misalnya berapa batas atas sepatu ? Berapa batas atas baju ? Berapa batas atas tas ? Berapa batas atas gadget ? Kalau tidak pakai batas begini bisa bobol, apalagi emak-emak lihat barang branded wkwwkww, diturutin beli tas 50–100 juta, sepatu 6 juta juga ada. Iya kalau cukup uangnya, nggak apa-apa. Yang serem itu kalau demi hanya penampilan lalu maksa beli gitu loh. Pulang liburan yang ada malahan stress.

Ok ya teman, jadi jangan patah hati tidak bisa bepergian. Yang penting niat kok. Dan kerjain tuh PR di atas.

Selamat menabung dan jalan-jalan.

Catatan :
Buatlah variasi dari tabungan ini, terserah teman-teman, misalnya :
1. Liburan lebaran dan hari-hari besar lainnya
2. Liburan akhir tahun (liburan besar perjalanan panjang)
3. Liburan bulanan (kalau uangnya cukup pergi, kalau belum ya jangan dulu pergi)
4. Liburan kagetan (ini liburan suka-suka kemana mau pergi jarak dekat – bisa kapan saja sepanjang uang di rekening tersedia)
5. Liburan dalam negeri (Bali, Lombok, Indonesia Timur dll)
6. Liburan luar negeri jarak dekat (Singapore Malaysia Filipina)
7. Liburan luar negeri jarak jauh
8. Liburan ulang tahun (mungkin hanya pindah kota dan ambil paket spa misalnya)
9. Liburan manjakan diri sendiri (tanpa orang lain, benar-benar hanya mengisi batere agar fresh)

Harap pertimbangkan ini baik-baik.
Kalau sudah membuat perencanaan perjalanan seperti di atas jangan sebentar-sebentar gatel ingin ikut orang ya. Tetapkan tujuan kita kemana, lupakan apa kata social media dan teman. Ahahaha. Pokoke yang penting dah punya budget untuk tujuan kemana itu.

Postingan orang
Jangan tergoda postingan orang, postingan yang indah belum tentu cocok dengan kita. Banyak orang hanya ingin tampil lalu foto lah habis-habisan di satu tempat. Nggak peduli juga masa depan. Maksa pergi ke satu tempat tanpa memperhatikan keuangannya di masa depan. Pulang-pulang bingung. Tagihan banyak. Ahahaha.

Lah kalau tempatnya deket sih gak apa-apa. Kalau tempatnya jauh, berabe itu. Atau kesengsem lihat ada yang memang tugas kantor semua dibayarin, jadi mumpung kesempatan pergi. Lah kalau pergi sendiri mana sempat dan kebayar ya ?

Janganlah terjebak ya teman. Jalan-jalan boleh tapi pakailah akal sehat untuk masa depan kita sendiri. Memang kalau tua, ribuan followers mau ngurusin? Jutaan likes nya itu bisa bantu kita kalau kita tua nanti ? Hehe. Jalan boleh, tapi tetap mikir masa depan.

Tapi jangan pula sampai pelit bener dah, lebih baik aset banyak, lalu tidak mau bepergian. Ih aku ada tuh teman, asetnya banyakkkkkk sekali, tapi seumur hidup dia tidak pernah jalan-jalan. Aku rasa matinya, dia ditemenin apartemennya yang 15 buah itu, ahahaha. Bahkan untuk makan saja sehari-hari saja hanya tempe tahu, dan super kikir untuk memberi kepada yang tidak punya. Itu sih gawat, tidak menikmati hidup dan bersyukur namanya telah diberi rejeki seperti itu. Umurnya nyaris 60 tahun, pengalaman zero, kaya harta benda tapi tidak kaya hati dan pengalaman, wawasannya sempit sekali.

Bagi dia, duit duit duit, ampun dah. Lalu mulai pula sakit-sakitan. Lah apanya yang menikmati hidup ya.

Ok happy traveling. Selamat menentukan perjalanan dan budgetnya ya.