Orang Jepang itu unik dan kadang ribet dengan segala pernak perniknya… Dimulai dari mulai ritual bangun pagi sampai ke kantor / sekolah dan kembali ke rumah mereka punya banyak kebiasaan unik yang bisa bikin kita takjub.
Salah satunya adalah kebiasaan berbaris untuk ngantri. Hal sepele yang tidak biasa dilakukan kebanyakan orang di Indonesia (walau sekarang sudah mulai ada di beberapa tempat dan di kota besar). Di Jakarta misalnya antrian bisa terbentuk karena dipaksa dulu bukan karena kesadaran, dan kalau ngobrol dengan berbagai ibu-ibu pelajaran ngantri itu ada tapi jarang sekali diajarkan berulang ulang di sekolah-sekolah. Lucunya disini bentuk antrian seringkali berbentuk gerombolan. Ya benar, gerombolan bukan antri berbaris rapih ke belakang seperti di luar negeri. Coba lihat deh, di busway TransJakarta saja kalau sudah terbentuk antrian akan ada yang nyalip kedepan dan membentuk antrian baru akhirnya jadi bukan antrian lagi tapi gerombolan. Itu bagi orang-orang luar malahan langka … Bisa dijual jadi produk Uniq loh Jakarta, saingannya Uniqlo sih …
Kebalikannya di luar negeri (kecuali Singapore) yang namanya antri itu ke belakang bukan ke samping haha… Lah kenapa Singapore dikecualikan ? Suka tidak suka Singapore itu ibukota kedua dari Indonesia selain Jakarta. De jury Jakarta, de facto Singapore hehehe. Ya karena coba saja pergi ke Singapore Senin pagi, Rabu siang, jam berapapun … Penerbangan ke Singapore itu penuh dengan orang Indonesia, berjalanlah di koridor Orchard, setiap belokan, toko, tempat makan pasti ketemu orang Indonesia. Dan hebatnya pola antri orang sana di jalan yang tadinya rapih, akan bubar kalau orang Indonesia datang. Kenapa ? Karena kebiasaan jalan orang Indonesia berdampingan ke pinggir bukan berurut ke belakang. Alhasil kalau nyebrang jalan, antrian terblok oleh posisi orang Indonesia yang berjejer ke samping untuk menyebrang. Sadar atau tidak sadar kebiasaan kita terbawa ke sana. Apalagi saat liburan sekolah, akhir tahun dan Singapore Great Sale (yang barangnya sekarang sih sama saja dengan Jakarta, malah lebih murah di Jakarta)
Kembali acara ngantri di Jepang… Di samping hotel tempat aku menginap ada Family Mart. Kira-kira mirip lah dengan Starmart disini. Bedanya barang yang dijual lebih ok ok… Muji dan Shiseido yang disini jadi barang lux, disana ditumpuk begitu saja di rak-rak bersampingan dengan minuman dll. Selain itu ada yang aneh juga disana … Satu saat pandangan aku beralih ke lantai di depan kasir… Wah ternyata hebat… Ada stickernya disana gambar kaki dan garis untuk mengantri … Ternyata untuk mengantri di mini store saja ada aturan seperti itu.
Aku kira tadinya itu hanya berlaku di Family Mart saja, ternyata ketika berkunjung ke Tokyu Hands, toko yang menjual stationery dan handycraft juga sama. Di depan kasir idem dito, terpajang sticker bergambar telapak kaki dan juga titik titik untuk diikuti perjalanannya. Di Uniqlo Ginza ketika kita datang di pagi hari pada saat toko akan buka, orang akan dicegat dahulu dan disuruh ikut antrian yang disediakan, entah cuma 10 orang entah 100 orang semuanya sama disuruh antri. Lah kalau di Jakarta toko buka ya masuk saja kan? Ini ngantri …
Kesempatan lainnya adalah memperhatikan rombongan anak anak TK yang akan menyebrang jalan … Duh sebegitu teraturnya jauh deh sama anak-anak di Indonesia. pertama gurunya akan mengatur barisan dua anak dua anak berjejer ke belakang, diikuti dengan tanda peluit, setelh rapih kemudiam dicek, baru setelah rapih dan lampu hijau mereka diperbolehkan menyebrang jalan … Sampai seberang jalan, barisan diatur kembali oleh sang guru. Seru … Yang lucunya karena lampu sudah merah, rombangan terakhir kocar kacir berlari lupa barisan hahahaha.
Ini terjadi dimanapun, stasiun kereta apalagi. Nggak ada tuh aturan gerombolan seperti kita di Jakarat naik busway. Walau kereta penuh sesak, maka orang akan antri ke belakang bukan ke samping, dan di tiap antrian sudah ada tanda tanda telapak kaki untuk mengarahkan orang untuk antri. Selain itu ada petugas keren yang tugasnya memberitahu kapan kereta harus berangkat dan bahkan mendorong orang masuk ke kereta.
Di Universal Studio, ketika akan masuk wahana Transformer ada salah satu bagian yang kosong tidak ada yang mengantri. Hebat dan tidak ada seorangpun yang mau masuk ke area itu, padahal itu jalan pintas untuk maju ke bagian depan, aku udah gatal dah pingin loncat masuk kesitu, untung masih lihat lihat dulu hahahhaa. Kalau maksa entah apa yang terjadi. Kalau di Indonesia kali tuh sudah diserbu rombongan berisik yang main serbu semangat 45 tanpa lihat aturan.
Yah beda negara beda budaya ya, senang rasanya belajar sesuatu dari bangsa lain. indonesia secara alam memang semua ada tapi budaya seperti ini sebaiknya memang ditiru dan diterapkan dari mulai balita