Jalan-jalan itu menyenangkan, dan umumnya kita langsung tergiur dengan tiket murah. Lalu pergilah kita ke pameran. Sampai sana gelap mata wah murah, jegreklah tuh si kartu kredit beli tiket. Eropa, Amerika, Jepang dan lainnya. Helo nona om, itu pameran setahun jadwalnya 4x lagi jadi ngapain heboh di bulan-bulan awal. Nanti juga ada lagi. Lagian kadang harga yang tertera murah itu tiketnya hanya tersedia 10 lembar.

Namun, di balik itu sudahkah kita mempertimbangkan biaya lainnya yang akan muncul ? Nah ni dia, banyakan si gak kepikiran, hahahaa. Ayo ngaku dah. Pokoke yang penting dapet tiket murah. Ahahaha. Pokoke yang penting tiket murahnya dapat dulu, soal lain gimana nanti.

Akhirnya yang terjadi adalah heboh bikin itinerary dan hitung menghitung budget. Masih mending kalau bener, udah zig zag jalannya, biayanya berlapis-lapis. Malahan bisa tekor. Budgeting untuk traveling itu seni, kalau tidak terbiasa bisa-bisa kita kekurangan dana pada saat melakukan perjalanan.

Nah berikut ini beberapa panduan untuk mempertimbangkan budget apa saja yang diperlukan perjalanan, terutama untuk jarak jauh dan luar negeri.

Jangan biasakan minta contekan budget dan itinerary orang.
Ini seringkali orang di Indonesia gak mau pusing. Pokoke temannya kemana pernah pergi, langsung nafsu itinerarymya dicopy. Aduh cilaka ni. Pas sampai kok bukan sesuai dengan keinginan dan bikin kantong bolong. Lah ya kenapa pula ngikutin orang. Makanya selalu bikin sendiri.

Pribadi tiap orang itu berbeda, ada yang senang berjalan sendirian, ada yang senang bersama 2–3 orang saja, ada yang suka dalam rombongan besar, ada yang senang berjalan dengan keluarga. Ada yang senang dengan jadwal fix, ada yang suka jalan tanpa dibatasi jadwal.

Makanya jangan main copy budget dan itinerary orang, karena mungkin gaya hidupnya dan minat yang dikunjungi berbeda pula. Kalau yang satu senangnya dugem malam ke diskotik dan klub untuk minum, sementara teman yang satu senangnya wisata religi ya bubar jalan kalau main copy. Hahaha. Kebayang kan kaya orang buta, copy plek-plek eh taunya jadwalnya diskotik tiap malem, sementara maunya kita rileks di tempat romantis. Qiqiqiq. Pernah tuh kejadian sama temanku. Pulang-pulang doi stress, wkwkw. Kagak biasa denger musik techno, tiba-tiba dijejali dengan musik techno sama teman lainnya. Berhari-hari. Pulang bukannya happy malahan dia tremor. Salah gaul doi, wkwkwkw.

Kalau senangnya ke museum, lalu copy itinerary perjalanan teman yang senangnya hanya foto depan monumen/ pintu masuk entertainment, lalu ngider ke tempat lain demi selfie ya wasalam. Ahahahaa. Banyak lo pemirsa, demi kekinian pokoke sampai depan patung Universal Studios atau Kastil apa, foto deh puas-puas, ditanya masuknyapun di dalemnya apa ada ya mbuh. Ora ngarti (nggak mengerti) Hahaa. Yang penting kan exist depan pintunya, hahaha. Udah megang pager taman difoto pokoke udah puas. Foto depan gunung oce, kagak tahu ada apa di gunung itu.

Kalau ini lain lagi, ada teman membabi buta mencopy teman lain yang hotelnya saja ratusan dollar semalam, sementara budget di kantong ratusan dollar buat seminggu, ya siap-siap langsung bengek diangkut ke UGD. Qiqiqi. Juga sebaliknya, teman yang biasa dengan penginapan bagus, lalu karena ajakan teman menginap di dormitory demi mau berhemat, jangan sampai kejang-kejang karena beda gaya. Lalu bentol-bentol alergian.

Ini ada lagi cerita lainnya. Karena mau ngikutin gaya hidup teman yang kemana-mana kudu sewa mobil be AC di negara orang, walau macet 2–3 jam, yang penting naek mobil, sementara kita orang efisien naik mrt saja cepat, ya judulnya bisa sutrisna jaja miharja (stress) you know. Hahaha.

Aku pernah tuh ikut begituan, bela belain seharian macet dalam mobil, sore-sore aku udah mau stroke rasanya. Ahahahaa. Besoknya aku mabur jalan sendiri naik mrt. Gila sehari cuma nongkrong dua tempat, lamaan di jalannya. Gak penting juga tempatnya, cuma tempat beli emas, sama restaurant nggak jelas dimana. Itu mah wisata macet pindah dari Jakarta namanya ahahah. Herannya suka tuh pada liburan mindahin macet ke negeri aje…

Jelas ya, makanya itu be yourself deh ah, gaya jalan disesuaikan dengan rute masing-masing dan minat masing-masing.

Menyesuaikan dengan minat sendiri itu membawa kepuasan batin loh. Sering denger kan jalan bareng malah berantem, iya yang satunya mau lihat tarian ular sanca, lah sementara kita mau noko. Kalau digabung kan gak mungkin juga bawa ular sanca ke toko gitu. Ahahahhaa

Ok balik ya, jadi kalau budgeting perjalanan itu kita harus memikirkan apa sih ? Nah simpan catatan di bawah. Ini yang harus dipertimbangkan, jangan hanya beli tiket murah lalu stress biaya lain belum punya :

Passport Pastinya.
Mudah kok mengurus passport itu. Usahakan jika apply mintalah passport elektronik, karena akan lebih memudahkan perjalanan kita di beberapa negara. Memang lebih mahal harganya, tapi statusnya lebih ok. Di masa yang akan datang nantinya kita bisa menggunakan passport ini bebas visa lebih banyak. Tahukah teman, jika pulang dari Singapore dan menggunakan passport elektronik, maka kita bisa langsung ke e-gate untuk scan jari tanpa harus melewati antrian imigrasi. Demikian juga saat kepergian, setelah jam 6 pagi, kita bisa menggunakan e-gate di bandara internasional (terutama Jakarta) untuk langsung masuk ke area keberangkatan, tanpa harus antri lama-lama dengan imigrasi.

Visa
Beberapa negara memang mensyaratkan harus memiliki visa untuk mengunjungi negara mereka. Jangan remehkan ini. Karena bisa berharga jutaan dan belum tentu diterima. Jangan menganggap bahwa visa itu pasti diberikan. Kalau ditolak dan harus apply lagi, maka budget akan membengkak. Banyak kejadian yang ditolak padahal sudah mepet pergi. Ya gak bisa maksa, itu kebijakan pemerintahnya untuk memberi ijin masuk.

Lalu waktu applynya harus tahu, kadang-kadang ada beberapa negara yang mensyaratkan dengan waktu mepet menjelang kepergian. Cara aplikasi visa yang efisien baca disini. Biaya visa dari mulai 300.000 sampai 2 jutaan juga ada. Tergantung negaranya. Kalau di Asia sih, asal kelompok ASEAN, masih bebas visa.

Tiket pesawat
Ini balada orang sini. Waduh heboh kali kalau ada denger tiket murah. Jegreklah tuh tiket. Hepi dah. Pas dicek sama penerbangan sebelah, eh bedanya malah lebih murah lagi banyak. Nah lo kejebak. Langsung dah merepet hahahaaa. Biasanya tiket ini yang bikin kantong bolong juga. Ikuti kiatnya disini untuk mendapatkan tiket murah tanpa harus tunggu pameran atau juga karena maksa tiket murah, penerbangannya kedatangan datang di jam-jam ajaib malam hari dan terjebak di airport.

Masa ? Eh iya ni salah satu pengalamanku di Paris, mendarat jam 11 malam. Lalu terjebak di suburb dengan 2 wanita Spanyol dan berakhir menggelandang di luar stasiun kereta sampai pagi dengan cuaca sekitar 5 derajat. Ceritanya itu mah lain kali aja. Hehehe. Teman lain terjebak di Tokyo Narita tengah malam dan harus membayar mahal taksi ke tengah kota Tokyo sekitar 3 juta. Judulnya tiketnya murah tapi biaya lainnya malah bengkak.

Penginapan
Ni dia ni sering lupa. Nafsu ke negara baru, habis itu panik urusan penginapan. Hahaha. Lalu mulai deh colek sana-sini mencari informasi. Duh ya… penginapan itu ada kriterianya untuk dipilih. Antara lain lokasinya, fasilitas, harga, suasana, kemudahan pembayaran, hadiah (iye gak salah nulsa ni … hadiah) dll. Agak ruwet tapi bisa dipelajari. Kalau mau tahu baca disini.

Beberapa site untuk mengecek hotel baca disini.

Transportasi
Ini juga ya orang Indonesia itu suka mikir transportasi di luar itu mudah, gampang, murah. Eh jangan salah, jadi kalau pergi, lihat transportasi secara keseluruhan, jangan sepotong. Biasanya harus dihitung dari dan ke bandara, transportasi antar kota, dalam kota, antar tempat, Harus dijumlah berapa total semuanya. Hitung juga jumlah hari kita akan bepergian. Nah jumlahkan deh semuanya. Pasti kaget, karena kalau dikurs akan tinggi juga.

Ada beberapa pilihan untuk mensiasatinya antara lain menggunakan hitchhiker. Baca panduannya disini.

Transportasi bisa dibagi jadi
Perjalanan dari tempat tinggal ke bandara
Perjalanan dari bandara ke tempat penginapan
Ongkos sehari2 naik berbagai bus, mrt, taksi, kapal air, sewa mobil dll
Ongkos antar negara (jika bepergian untuk mengunjungi berbagai negara sekaligus)
Perjalanan dari bandara ke rumah

Banyak yang kelupaan menghitung ongkos ini, aku pernah dulu waktu awal-awal jalan dengan temanku.

Pulang dari Kualalumpur, lewat Singapore kami benar-benar kehabisan uang, sementara sudah kelaparan di bandara. Akhirnya kami berdua mengumpulkan receh koin yang tersisa digabungkan. Hore cukup semangkuk bakso, langsung order dan dimakan semangkok berdua seperti sepasang kekasih hahahaa. Apa pelit ya. Padahal bangkrut lupa naruh uang buat pulang. Wkwkwkw. Memelas sekali. Tapi itu salah satu pengalaman berkesan. Sejak saat kami berdua punya moto : bosan miskin. Jangan sampe jalan-jalan kehabisan uang.

Makanan
Paling mudah gak mau pusing bekal dari Indonesia. Yang ekstrim sampai bawa rice cooker. Ahahahaa boleh deh cuma kok ya heboh ya. Ada aku ketemu traveler dari Malaysia, khusus bawa supermie satu koper sendiri, saking takut mahalnya makan di Eropa. Tapi kan oon suroon (bloon) ya, kalau pindah pindah kota di Eropa geret satu koper supermie doang isinya. Belum termasuk baju loh. Jadi dia kemana-mana bawa ransel isi baju dan koper medium isinya supermie, hahahaha. Saking udah sebelnya dia sama si supermie itu, pada akhirnya dia bagi-bagi tuh supermie sama temen backpacker lainnya. Hahahhaa. Lah aku di Perancis ditawarin supermie, ya ogah lah, hahaha.

Satu lagi, di Singapore kenal orang Indonesia kreatif banget dah. Jadi dia sengaja bawa poci buat masak air panas dan panci buat supermi. Tahu apa yang dilakukannya? Aku pikir dia buat makan sehari-sehari. Eh tak tahunya teng tiap jam 11 siang hebohlah ia. Ngapain? Jualan buka warung dadakan di hostel ahahahahaa. Gila tuh orang berani mati, jadi dia bikin kopi sachet, teh sachet, jahe dan supermi !!! Dijualin ke tetangga tetangga kamar sebelah dan pegawai hostel yang India-India ! Eh gelo aku sampai ketawa nggak habis habis kalau lihat dia jualan. Lucunya 2x ke Singapore ketemu lagi dengan dia di tempat lain. Sayang aku lupa namanya. Rupanya itu cara dia bisa jalan-jalan survive di negara orang. Perjalanan kedua dia bawa kaos dari Tanah Abang digelar buka lapak di kamarnya. Hahahaa. Laku tuh…

Budget makanan ini perlu dihitung kira-kira kira berapa totalnya supaya kita tidak kelaparan. Bertualang sih bertualangan, cuma kalau sampai habis2an rasanya nggak tega juga sama body ya. Cek disini untuk trik berhemat makanan di luar negeri.

Cara lain adalah mencari penginapan dengan fasilitas dapur supaya kita bisa masak sendiri. Ada beberapa hostel yang menyediakan dapur untuk kita bisa menyiapkan masakan sendiri. Seru dah. Terutama di Eropa. Kalau ini ceritanya panjang, baca sini aja ya.

Pertunjukan
Kalau kita ingin menonton pertunjukkan tertentu siapkan juga dananya di depan. Pertunjukkan seperti ini tidak murah, kadang bisa jutaan dalam mata uang rupiah. Siapkan atau beli tiketnya online kalau bisa, karena seringkali kalau antri malahan kehabisan tiket. Jangan lupa juga sediakan uang untuk transportasi ke tempatnya, dan membeli makanan. Konser yang berlangsung 2–3 jam itu bisa bikin lapar habis. Lalu kalau kita mau pulang buru-buru karena sudah capek, kalau ada uang kita bisa langsung ambil taksi ke hotel.

Tempat wisata dan entertainment park
Termasuk juga disini adalah museum, dan beberapa tempat lainnya seperti kastil / istana dll. Untuk itu penting sekalian untuk meriset dahulu harga-harga di tempat tujuan itu lewat google. Juga seperti Disneyland, Universal Studios dan Park lainnya. Belilah semua tiket in advance semua, jangan pernah ngantri on the spot, karena belum tentu cepat dan masih ada. Jangan lupa sediakan uang untuk perjalanan pulang dan juga untuk sedikitnya membeli makanan. Jangan lupa pula bahwa harga makanan di tempat wisata seperti ini harganya bisa dua kali dari tempat biasa.

Emergency
Jarang sekali di antara kita yang kepikiran untuk punya dana seperti ini. Dulu pertama-tama aku backpacker, mana pernah kepikiran. Setelah kena batunya, terkapar keracunan makanan sampai mau mati di negara orang dan masuk rumah sakit, sejak saat itu sadar bahwa pos ini memang harus didahulukan. Nggak cuma sekali, dua kali kena urusan  keracunan ini. Entar ceritanya ya kalau yang ini. Panjang soalnya.

Selalu siapkan dalam bentuk cash yang disembunyikan terpisah dari dompet kita, akses atm, akses kartu kredit dan juga polis asuransi / polis travel yang bisa dipakai seluruh dunia. Jangan sepelekan ini, kita tidak tahu saat kapan kita mengalami hal ini, seperti kejadian aku keracunan makanan atau tersesat di Perancis dan harus book taxi dari kota antah berantah ke bandara dalam waktu mepet. Berapa besarnya ? Tergantung tiap pribadi. Kalau aku pribadi selalu menyediakan cash minimal USD 300 – USD 1.000, yang bisa langsung digunakan (rumah sakit, beli obat-obatan, taksi dadakan, transportasi antar kota yang baru terpikirkan dll… ingat bukan buat belanja ya). Di tabungan ATM misalnya USD 1.000 dan di kartu kredit yang kosong dengan limit USD 2.000, mengapa ? Kalau kita seandainya harus masuk rumah sakit karena keadaan darurat, paling tidak ada biaya untuk biaya awal. Pernah terserang flu di Austria dan beli obat batuk. Ya ampun obat batuk sebotol 500.000. Terjebak dalam situasi jam malam perang juga pernah 3x. Makanya sejak saat itu si emergency itu selau disiapkan.

Asuransi Perjalanan
Belilah asuransi perjalanan yang ditawarkan tiap penerbangan yang dinaiki. Jangan pelit-pelit, murah kok. Ini berguna kalau kita ada delay dan lain-lain, kita biasanya diprioritaskan dibandingkan yang tidak memiliki asuransi tersebut. HARAP BACA setiap klausulnya dan cara klaim, karena setiap penerbangan dan asuransi menawarkan paket yang berbeda-neda, walau mirip.

Milikilah asuransi perjalanan internasional berjangka waktu tertentu, misalnya 1 bulan untuk perjalanan di Eropa. Bandingkan dahulu sebelum membeli karena ada beberapa asuransi yang lebih murah dibanding yang lainnya.

Kalau teman benar-benar bolak balik keluar negeri kaya setrikaan nah belinya ini aja, annual international insurance yang berlaku selama setahun, sehingga tidak usah setiap pergi kita bolak balik beli asuransi baru.

Belanja
Kalau ini sudahlah, orang Indonesia paling tidak belanjanya pasti ada aja, yang penting bawa kantong keresek. Hahaha. Beli gantungan kunci dua juga yang penting ada kantongnya, biar bisa difoto dengan bangga, hahahaha. Paling minimal beli aqua ama permen, tapi kan tetep gatel ada aja yang dibeli wkwkwkw. Hayo ngaku … budget belanja ini harus disiapkan di awal, bukannya sampai disana semuanya dijegrek kartu kredit, lalu panik bayarnya pas pulang. Simak cara membuat dana belanja disini. Termasuk di dalamnya, kalau masih ingat adalah beli oleh-oleh. Dana oleh-oleh ini kadang menyebalkan. Kalau mau ekstrim, lupakan menyiapkan ini, terutama jika budget terbatas. Belilah oleh-oleh hanya untuk orang-orang yang anda sayangi. Lainnya lupakan. Selain merepotkan, nggak penting juga, memberatkan koper.

Laundry
Jaman sekarang traveling apalagi backpacker, janganlah bawa koper sampai 3. Dulu kala, kalau pergi itu, setiap hari dua set baju atas bawah, pergi seminggu bisa bawa koper besar itu, kan belum peralatan lain setrika lipat, buku petunjuk yag setebal bantal dan lainnya. Sekalinya merasakan kudu naik turun MRT di Jepang atau Eropa, nah nangis darah deh, itu koper rasanya mau ditendang saja dibuang. Lama-lama belajar dari rekan-rekan bule, packing barang makin ringkas, kalau bisa hanya maksimal 5 kilo untuk sebulan. Beneran. Iya 5–7 kilo adalah bawaan mereka. Kuncinya laundry!

Dulu kalau kita laundry di hotel rasanya sayang sekali, laundry itu bisa menghabiskan budgetsama dengan perjalanannya sendiri. 

Namun kini lebih praktis, di dekat berbagai hotel di kota-kota luar negeri biasanya sekarang tersedia layanan laundry kiloan ataupun koin. Nah hitung tiap berapa hari kita memerlukan laundry dan buat budgetnya. Nggak mahal kok, tapi kita senang pakaian sudah bersih dan wangi. Solusinya adalah membawa pakaian hanya untuk 3 hari saja yang bisa di mix match, lalu setiap 3 hari kita melaundry semua pakaian tersebut. Beres. Mencuci di laundry koin itu asik, di Amsterdam misalnya atau di Barcelona, masukkan baju ke mesin cuci, lalu masukkan koin, operasionalkan dan tinggal, beres, lihat saja itu perlu berapa jam untuk mencucinya. Jangan nongkrong di depan mesin cuci ya, cuma mejeng ngeliatin cucian hahahah. Sejam kira2 bisa ditinggal lihat-lihat kota lagi. Ngilang ? Nggak, aman kok, sana mah emangnya kaya di mesjid sini, sandal aja bisa raib.

Ongkos pulang
Ni ya jangan kelupaan, saking terburu nafsunya belanja dan jalan-jalan di luar negri, pas pulang sampai Indonesia lupa uangnya sudah habis. Hahaha. Jangan kelupaan ya, paling tidak sisihkan untuk untuk biaya taksi dan toll dari bandara sampai rumah.

Selamat berjalan-jalan dan menikmatinya.