Jepang ini lagi trend sekarang di Indonesia. Di samping dengan promosinya yang gencar, kemudahan bebas visa bagi pemegang E passport, juga banyaknya airlines yang memberikan potongan harga gila-gilaan. Belum lagi paket tournya yang seperti nya wah semua bisa dinikmati dalam waktu pendek.
Nah buat kawan-kawan yang tertarik untuk mengunjungi Jepang tapi ingin menikmatinya tanpa harus ikut tour, berikut ini adalah beberapa tipsnya.
1. Tentukan jenis perjalanan apa yang anda ingin lakukan, Jangan dicampur aduk karena terlalu banyak yang bisa dikunjungi di Jepang. Kita bisa membaginya seperti ini :
A. Wisata kuliner
B. Wisata sejarah (museum, bangunan bersejarah, art center dll)
C. Wisata belanja
D. Wisata alam (gunung, pantai, Onsen / pemandian air panas, melihat bunga Sakura dll)
E. Wisata entertainment (Disneyland, Disney Sea, Universal Studios, Joypolis dll)
F. Wisata lainnya
2. Tentukan perjalanan anda bedasarkan AREA, bukan berdasarkan Tempat menarik. Kenapa ? Karena akan lebih mudah dibanding anda berjalan zig zag antar area. Selain libet dengan rute keluar masuk stasiun, waktu anda akan terbuang banyak. Misalnya 1 hari anda habiskan di Shinjuku lebih baik daripada zigzag ke beberapa tempat sekaligus.
3. Batasi tempat yang anda kunjungi MAKSIMAL 3 DALAM SEHARI. Di luar itu yang ada hanya rasa capek naik turun MRT dan tidak puas karena kurang lama berada di suatu tempat. Toh anda sedang berlibur, bukan kejar tayang semua tempat harus dikunjungi. Kelilingi satu tempat sampai puas dan temukan keunikan-keunikan di tempat tersebut, daripada semua tempat dikunjungi dan tidak ada maknanya. Odaiba memerlukan satu hari sendiri misalnya. Bahkan mungkin 2 hari penuh. Aku menghabiskan 3 jam hanya di pantai Odaiba untuk bermain dengan burung Camar. Asik sekali. Teman saya menghabiskan 4 hari di Disneyland dan Disney Sea, serta 2 hari di Universal Studios, tidak ke lain tempat. Dia bilang itu baru puas. Kenapa ? Karena banyak waktu habis untuk menunggu antrian.
4. Untuk wisata belanja, bawalah koper kosong kemana mana. Semakin banyak anda berbelanja semakin bersyukur anda membawa koper kecil kosong untuk tempat belanjaan anda. Jika anda memutuskan wisata belanja, jangan coba-coba di tengah-tengah anda ingin mengunjungi Temple, percuma nggak bakalan suka hehhehee. Jangan lupa bawa 2-3 koper kosong dari Indonesia. Hehehe. Kalau niat anda berbelanja, lupakan saja kalau ada teman dari Indonesia minta potret Temple ina inu, rugi booo… Toko udah di depan mata disuruh ke temple ya rugi ya … Bagusan juga lihat Borobudur. Sumpehhh kerenan Prambanan dan Borobudur. Disana mah menang bersih aja. Kalo kelenteng mah banyak yang keren di Indonesia. Sampokong Semarang aja keren. Hahahahha
5. Wisata kuliner adalah yang paling flexible, bisa anda kombinasikan dengan yang lainnya. Makanan paling aman : ayam … Dan sebagian sea food. Daging mungkin agak riskan buat Muslim, Tempat makanan muslim masih sangat terbatas. Paling aman sementara waktu ? KFC (saladnya ya bukan ayamnya) . ternyata ayamnya belum halal. bingung kan. Untuk makanan halal lebih baik lihat tautan mengenai makanan halal di Jepang. atau pilihan tercepat ya memasak bahan sendiri dari supermarket.
6. Wisata entertainment park sama dengan wisata belanja, tidak bisa diganggu gugat dan di gabung dengan lainnya. Kawan hanya akan menghabiskan satu hari penuh di satu tempat itu, jadi jangan berpikir akan mengunjungi 3-4 tempat lainnya dalam hari yang sama. Buang waktu. Jangan lupa jika memilih wisata ini jangan membeli Tokyo PASS ya percuma, lah perjalanan cuma bolak balik hotel ke entertainment park beres kok, cuma 2 kali naik kereta. Lagian makan bisa di di dalam entertainment parknya.
7. Sesuaikan dengan jumlah hari ! Kalau kawan mengambil penerbangan murah seperti Air Asia, ataupun misalnya flight seperti SQ jangan lupa WAKTU TERBUANG 2 HARI DI JALAN. Jadi kalau misalnya berjalan 4 malam 5 hari, maka waktu efektifnya adalah 3 hari saja bukan 5 hari. Kenapa ? Karena 2 hari waktunya terbuang menunggu di bandara pada saat pergi dan pulang. Saat ini Direct flight hanya dilayani JAL, ANA, dan Garuda… 7 jam langsung sampai Tokyo / Osaka. Jadi jangan tergiur dengan tiket murah ya …. Beda 2 juta tapi 2 hari terbuang pemborosan menunggu di bandara. Kalau saya pribadi lebih baik membayar sedikit lebih, tapi mendapatkan full day di perjalanan. Ayo cek kembali pemesanan tiketnya. Lebih baik menabung sedikit lama tapi bisa mendapatkan pengalaman penuh, bukan pengalaman menginap di kursi bandara. 2 hari pula. Jangan ambil penerbangan yang mengharuskan kita sampai jam 5-6 sore… Percuma waktu kita sudah terbuang satu hari itu dari pagi. Harus dipikir clearance di imigrasi antrinya, lalu ambil koper, lalu keluar dan mencari transportasi ke tengah kota ke hotel… Bisa-bisa sampai jam 8 malam. Lalu mau kemana jam segitu ? Yang ada sudah capek.
8. Aturlah rute wisata ke SATU ARAH …. PERHATIKAN RUTE MRT ambillah rute wisata harian ke kanan atau kiri. JANGAN BOLAK BALIK. Buang waktu dan uang.
9. Jangan membeli kartu telepon disana atau menggunakan fasilitas roaming dari Indonesia. Parahhhhh. Ada trik khusus lainnya untuk ini. Aku akan share di artikel berikutnya ya…
10. Jangan tergiur membeli tiket JR Pass seperti Eurail Pass. Selain mahal sekitar 4,2 juta, belum tentu juga terpakai maksimum. Masih banyak alternatif pengganti di sana, tanpa harus naik Shinkansen.
11. Jangan memaksakan diri tinggal di dormitory. Mengapa ? 1. Sebersih-bersihnya dormitory, tinggal di satu kamar berisikan 4-20 orang riskan. Bayangkan jika satu orang saja ada yang flu atau batuk, maka yang satu kamar dengan mudah terkena. Dan risiko flu di Jepang sangat tinggi loh. Dan flunya Jepang itu lama sembuhnya. Juga batuk, pilek. Waduh jangan sampai deh. Dan sangat tidak enak kalau kita niat berlibur malah ketularan orang. 2. Asik sih asik cuma risiko safety juga tinggi. Ini juga harus dipertimbangkan. Pilihan lainnya adalah menyewa apartemen lewat Airb&b. Namun jangan lupa untuk memperhatikan adat istiadat setempat. Lupakan juga kalau ingin berhemat lalu mencoba Capsule Hotel. Not recommended. Waduh aku pernah coba di Singapore, 2 malam cukup, keluar langsung alergi dan sakit. Kenapa ? Karena itu tadi, satu ruangan bisa dijejali 10-15 orang, tanpa ada ventilasi,dan kalau ada yang sakit satu ruangan kena semua. Selain itu, tidak nyaman seperti mau dikubur dan dibakar di ruang pembakaran mayat hahahahah. Miring kiri kanan kejeduk sana sini. Kaya ikan duyung ketangkep jala.
Jika cerdik, dengan perbedaan harga tambahan 100.000-200.000 rupiah per hari, kita bisa mendapatkan hotel dengan single room atau double room, kamar mandi di dalam, serta fasilitas laundry gratis. Lebih private, aman, nyaman dan yang penting higienis tidak gampang tertular. Coba hitung 250.000 hanya dapat dormitory, kamar mandi di luar pula sharing, ngantri seperti mau beli sembako jaman perang. Nah dengan 400.000 bisa dapat kamar single, lengkap dikasih piyama, sandal, air panas, toiletries merek bagus dan gratis laundry, tanpa ada risiko ketularan penyakit pilih mana?
12. Pada saat mencari hotel carilah hotel itu selalu dekat stasiun MRT. Kalau tidak kawan akan kelelahan mencarinya. Jadi jangan asal booking ya… SELALU CARI YANG DEKAT MRT.
Bagi yang punya uang berlebih sih jangan pusing ya ambil saja bintang lima hehehehe…
Nah semoga tulisan ini bisa membantu.