Berkeliling di daerah Gotanda Tokyo
Gotanda adalah salah daerah di Tokyo. Begonya aku saat-saat awal selalu tertukar dengan nama Gotemba. Maklum pikun tingkat tinggi. Padahal Gotemba itu tempat factory outlet terkenal di Jepang dan Gotanda itu daerah penginapan. Lah di Indonesia saja aku tertukar tukar nama Tol Kunciran sama Cikunir itu sudah puluhan kali salah sebut. Apalagi nama di negara orang. Yang gawat kalau ketemu murid lalu aku lupa namanya siapa pasti ketukar antara Anthony dan August saja sudah banyak kali tertukar. Sampai sekarang aku masih bingung juga dengan nama orang India Pashula, Pachinko apa siapa itu kalau lupa aku panggil Pashmina saja hahahhaa.
Ya Gotanda area penginapan dimana hotel pertama aku menginap di Tokyo setelah perjalanan bertahun-tahun lamanya a long long ago … Senangnya dengan daerah Gotanda ini begitu keluar dari Stasiun kereta tinggal belok kanan dan menyebrang jalan sudah tiba di Hotel. Ini sangat berguna apabila di musim dingin, untuk memutuskan menginap di hotel yang dekat dengan stasiun. Kalau memilih hotel terlalu jauh dari stasiun rasanya ampun dah, sudah beku kedinginan, belum lagi peralatan sport hasil berburu seharian (maksudnya kantong-kantong belanjaan yang berkilo-kilo itu) yang berat, belum risiko tersasar. Kayanya kalau perlombaan berburu seperti di kastil kastil di Inggris itu aku pasti keluar jadi pemenangnya. Asal berburunya di pusat perbelanjaan hahaha. Nanti aku cerita di cerita lain ya dimana aku punya sahabat gila, mulai jam 10 pagi belanja sampai besok paginya jam 4 non stop…
Balik ke Gotanda itu… Selain stasiunnya kecil mungil dibandingkan stasiun di daerah Ueno atau Simbashi misalnya, juga compact banget, ada toko obat, ada supermarket, ada toko bunga dan surpriseeee di bagian belakangnya ada Uniqlo kecil mungil. Di sekeliling Gotanda stasiun banyak sekali tersedia restoran baik olahan maupun fast food. Burger Jepang Moss Burger yang asoi itu ada disini pula. Jika kita berjalan di lebih jauh makan ada pusat perbelanjaan, KFC, perbankan, sekolah merangkai bunga, bank, dan juga red area district.
Waduh ini dia … Gara gara iseng jalan tengah malam setelah seharian sakit perut dan tertidur di kamar. Terbangun jam 10 malam … Ya hari pertama tersebut terpisah dengan temanku, dan aku pulang duluan karena buang air terus menerus dari siang. Jadi sampai di hotel jam 4, aku minum imodium (obat sakit perut) dan beristirahat. Setelah terbangun dan mandi akhirnya kuputuskan berjalan di sekitar area Gotanda ini.
Wah ternyata di sebelah kanan hotel ada Pachinko Center yang masih buka sepanjang malam. Banyak eksekutif muda Jepang yang tinggal disana belum pulang ke rumahnya. Rupanya budaya bermain Pachinko dan bermain games mengakar pada orang Jepang. Jam dua malam aku kembali ke hotelku masih juga itu tempat Pachinko buka. Kalau kita berjalan ke sebelah belakang Hotel Mystays, maka ternyata di belakangnya banyak berderet-deret hotel . Dan juga di tengah-tengah area tersebut ada satu hotel bernama Hotel Bali. Bukan hanya sekedar nama tapi juga seluruh pernak pernik patung Bali, sampai gapura Bali dibawa ke sana. Gila dah di tengah-tengah Tokyo ada Hotel Bali bawa nama Bali dengan semua ornamen Bali. Indonesia hebat memang, saking cintanya orang Jepang sampai Hotel Balipun dibangun disana, lain kali mungkin aku harus masuk dan mewawancarai pemiliknya, apakah orang Jepang apa orang Indonesia.
Hotel lainnya mencantumkan juga harga mereka per malam dan per transit saja.
Jika kita berkeliling ke arah kanan dari arah hotel My Stays, ada beberapa family mart dan juga Lawson disana … Yang membuat takjub adalah pilihan barangnya. Setahuku di beberapa minimart di negara manapun sangat jarang sekali barang-barang berkelas masuk kesana. Tapi lain halnya dengan di Jepang. Disana, merek Muji baik baju maupun kosmetik dan stationerynya dipajang begitu saja di Family Mart. Ampun dah sejam cuma ngutak ngatik di dalam satu Family Mart. Disitu juga dijual serangkaian kosmetik Shiseido dalam ukuran travel pack. Menyenangkan sekali menemukan barang-barang berkualitas di Minimart. Belum lagi koleksi kue dan coklat dari
Disney. Di Lawson kita bisa menemukan berbagai perawatan spa dari mulai untuk berendam, pijat sampai perawatan muka dan rambut. Juga tersedia berbagai macam perawatan tubuh lainnya baik organik dan non organik dari Perancis !!! Kejutan … Beli mah kagak … Sibuk motret aja soalnya kapan berendamnya kamar mandinya pakai shower begitu.
Jam 12 malam berjalan di dekat penyebrangan jalan, tampak 2 insan asik berciuman hot di pinggir jalan. Gila bok … Serasa nonton telenovela dah … Langsung mikir ni beneran apa jangan jangan halusinasi jadi jadian maklum jam 12 malam gitu.. Kalau di Indonesia mahluk demikian berkeliaran kan bisa dicap si manis penunggu jembatan ancol. Kalau disini ya anak muda Jepang. Bener-bener heboh ciumannya sampai cewenya ditekuk-tekuk badannya hahahahaahaha. Langsung mikir lagi otak jail kalau di Indonesia sudah digerebek disuruh dikawinin kali sama masa. Atau digerebek fornt front an atau dihukum cambuk kali hahahaha.
Lepas dari jalanan sekitar berbagai mini mart itu aku berbalik arah ke arah kiri dan menyusuri toko-toko sepanjang` sisi lain dari area hotel. Ternyata banyak sekali disitu restoran dengan berbagai pilihan selera soba, udon, ramen, sefood dll buka 24 jam. Senangnya. Langsung terbayang besok akan wisata kuliner di daerah ini (yang nggak kesampean karena sibuk angkat berat sepanjang Shibuya dan Ginza).
Bosan dengan area tersebut akupun menyebrang jalan ke arah Uniqlo di belakang stasiun. Di sebrangnya ada Yoshinoya buka 24 jam dan juga Moss Burger … Akupun terus berjalan menyusuri jalan yang dingin dan gelap sedikit. Eh makin jauh ternyata makin asik… Ada Supermarket besar buka sampai tengah malam … Serunya lagi orang pria wanita baru pulang kantor (jam 12 ne … pulang kantor waduh dedicated deh aku ah mendingan dan tidur terbang ke awang-awang) dan bukan berjalan kaki saja tapiii naik sepeda. Takjub aku … Jam 12 malam wanita berkeliaran pulang kantor dengan baju kantor lengkap dan bersepatu hak tinggi masih seliweran dan berbelanja ke supermarket. Gila kali … Kebayang rekan rekan kerjaku jaman dulu di kantor kalau kayak gitu ada nggak ya di Indonesia jam 12 malam keliaran ke Supermarket dari kantor!
Mereka bersepedapun bukannya pelan`pelan, tapi kebut kaya dikejar tukang kredit panci belon lunas bu udah nunggak 4 bulan. Kasian tukangnya. Itu ngebutnya nggak kira-kira cepeeet banget … Kebayang gak sih naek sepeda pakai mantel wintercoat dengan syal, bawa tas kerja di depan, sepatu high heels pakai stocking genjot sepeda. Tinggal cekikikan dikit aku rasa aku ngabur deh aku pikir kuntilanak (hahahaha dasar otak Indonesia penuh dengan bias klenik). Belum lagi keluar dari supermarket mereka masih membawa kantong-kantong kertas belanjaannya. Hebat-hebat …
Nah selesai dari supermarket ini akupun berbalik arah dan berjalan pulang. Di tengah perjalanan aku menemukan satu alley (gang kecil) cukup satu mobil. Kayaknya menarik masuk kesitu. Pertama masuk wah kok lucu sekali banyak kedai kedai sake disana. Lama-lama baru ngeh dah, wah ini kan red area district, gara-gara aku lewat salah satu kedai sake kok di atasnya gambar pijat wanita per setangah jamnya 600.000 .. Wkwkwkwkww dengan pose aduhai pula itu billboardnya
Eh habis lihat-lihat foto-foto aku dicegat ‘salah satu penghuninya dah’ Maksa banget ni tante jas jis jus ngomong Jepang kudu nemenin dia. Sempet cegat-cegatan. Desperate banget kayanya doi. Wah bahaya ni. Langsung terbayang aku ntar bengek suruh bayar gituan hahahaha maklum kantong pas pasan suruh bayar short time 2-3 juta ya nggak lucu, daripada pulang aku ngayuh sampan bedayung ke Indonesia dari Tokyo, sementara perjalanan masih sembilan hari lagi, ya aku ngabur dah hahahahaha benar benar melarikan diri dari tante wasalam itu. Maaf deh ya tante lain kali aja. Eh habis mabur malah salah belok malah masuk ke daerah makin red area district disitu ahahahaha. Makin banyak yang mabuk jejeritan gak jelas, maksudnya naynyi karaoke kali yak tapi keluarnya lolongan serigala kurang makan, yang terkapar di bawa sama temennya keluar bar juga ada, lalu kok makin gelap lampunya dan makin banyak bilboard berlampu merah dengan gambar`gambar seronok. Waduh alamat salah melangkah ini. Akhirnya dengan mencari-cari bisa keluar dari kompleks itu deh ya.
Aman… Soalnya auranya disana negatif banget, tampang tampang Yakuza gitu sepanjang jalan, daripada ada apa-apa mendingan cari selamat ya … Wajib itu intuisi dipakai kalau sedang bepergian jauh ya … kalau batin sudah mengatakan NO NO itu daerah negatif auranya mendingan jauhi deh. Jangan pakai otak itu mikir asik dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu hati nurani yang harus bicara. Kadang bukan orangnya yang negatif tapi bisa jadi tempatnya emang berisi, Kalau ini cerita lainnya ya. Tapi sekali kena juga sama gypsi di Barcelona ketipu. Ntar deh ya to be continued kalo yang ini.
Keluar dari daerah itu aku belum kapok keliling lagi ke area jalan lainnya. Sampai di suatu tempat aku melihat kok banyak banget mesin laundry ya di satu toko. Aku pikir wah asik ni alamat bisa nyuci disini … (Padahal ternyata mesin cuci dan pengering gratis di hotel). Setelah ku foto-foto lama lama baru nyadarlahhhh itu kan mesin atm hahahahahahaa cuma memang bentuknya kaya mesin cuci dan baru baca pula tulisan di depannya Sumitomo Bank. Ini judulnya mata sudah lima watt harus diajak pulang.
Jadi dengan berat hati petualangan berjalan sampai jam 2 malam ini kuakhiri disini…

Hotel Mystays Gotanda