Journaling untuk Traveller – bagian kedua

Berkaitan dengan artikel saya sebelumnya mengenai pentingnya memiliki journal pribadi, aku mencoba merangkum apa yang bisa kita kerjakan sebagai seorang traveller. Bukan hanya sekedar coret-coret, bukan juga jadi catatan keluh kesah ya. Journaling bisa didayagunakan untuk kita menjadi seorang smart traveller.

Catatan Idea.
Catatan idea, sebetulnya adalah kumpulan gagasan-gagasan yang terbersit di otak kita dimanapun. Misalnya sedang berjalan-jalan di pasar tradisional / pertokoan di luar negeri, jangan hanya sibuk foto deh, hehehhe. Coba iseng merenung, kok orang disitu bisa bersih ya, tata letaknya menarik untuk beli ya, displaynya ok ya. Atau berjalan ke daerah turis di luar negeri. Liat wah itu merek kok bisa teratur ya, ada produk apa yang bisa dikemas bagus dan dijual mahal, padahal di Indonesia bertebaran. Nah tulis semuanya. Aku sangat tertarik dengan psikologi konsumen dan art. Jadi selama perjalanan aku akan mencatat semua hal menarik dari suatu toko, layanannya, etos kerjanya, bagaimana membangun brandnya, tercemin tidak dalam perilaku para salesnya, mereka menguasai produk apa tidak. Lumayan kalau pulang ke Indonesia jadi ilmu, tidak ada di textbook. Teman lain yang punya minat lain, bisa memperhatikan hal lain misalnya : jenis masakan disana dan cara menghidangkan, fashion terakhir, kendaran dst dst. Banyak sekali bisa kita perhatikan, jangan hanya jalan hura-hura titik. Jadikan kesempatan keluar ngeri untuk belajar autodidak. Suatu hari kita nggak pusing lagi mencari ide bisnis atau ide tulisan atau ide apapun, semuanya ada di buku ide ini. Sederhana tapi bisa memberdayagunakan pikiran kita. Bukan hanya foto kenangan dibawa tapi juga kemungkinan melebarkan sayap jadi bisnis.

Catatan Impian.
Wah ini beda ya dengan idea. Kalau impian tuh semua keinginan kita yang belum terwujud ada disini. Mau beli rumah, tabungan, jalan-jalan kemana, punya istri lima (hahahha), punya simpenan baru 2 (wkwkwk), pokoke tulis semua disitu. Kalau perlu dengan gambar-gambar. Senang deh bikinnya. Nanti otak kita secara tidak sadar akan dituntun untuk mencapai itu. Coba deh. Ini merupakan teknik visualisasi ampuh psikologi.
Tiap malem liatin ya … Jangan ngeces dulu… Pokoknya sampe nancep cep cep di kepala kita. Waktu SMA, impian awal aku adalah : asiknya bisa kerja di gedung Landmark Jakarta (karena dulu disitulah gedung yang paling keren se Jakarta), dan bisa beli rumah. Aku foto dan tempel tuh di buku impian. Eh pas lulus kuliah, beneran deh masuk ke Landmark, kerja di perusahaan minyak dan bisa beli rumah. Kebetulan atau karena aku sudah terbiasa melihat itu sebelum terjadi ? Ada yang pernah mengalami seperti ini ?

Catatan perjalanan
Merupakan ringkasan dari perjalanan kita ke suatu tempat. Masukkan disini : tempatnya, kesannya, kejadian unik tertentu, foto, catatan belanjaan dan biaya hidup yang dihabiskan dan lainnya. Kelak catatan ini akan lebih berharga daripada foto yang kita buat. Kita bisa memperkirakan biaya hidup SESUAI DENGAN KITA bukan jiplak orang. Karena pengeluaran orang berbeda. Dengan demikian jika kita bepergian selanjutnya ke suatu daerah tertentu kita sudah punya ancer-ancer budget berapa yang disediakan. Nanti kita punya radar, oh kalau ke negara Asia yang murah dimana, budget berapa. Kalau ke Eropa yang mahal dimana harus bawa berapa, Itu jadi otomatis nggak usah mikir lagi. Coba deh. Daripada pusing nanya itinerary orang lalu dicontek habis. 😀

Hal yang sama berlaku untuk perjalanan pasangan, wanita solo, keluarga dengan anak2, keluarga yang membawa orangtua dan anak-anak. Dengan demikian, uang yang kita alokasikan cukup dan tidak berlebihan ataupun kekurangan.

Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Beneran loh jangan ketawa dulu ya … Ini peninggalan jaman presiden kita Bapak Soeharto. Dari semua Presiden hanya dialah yang membuat Repelita setiap 5 tahunnya dan dari situ kita bisa melihat rencana apa yang akan dia kerjakan dalam lima tahun. Sama dengan diri kita, jika ingin merencanakan kehidupan dan perjalanan mau kemana, jangan asal, lihat blog orang ke Jepang mau ikut kesini, liat yang satu lagi ke Turki langsung ikut membabi buta mau kesana. Lebih baik, tulis semua ide mau kemana dan pecahlah target perjalanan itu menjadi target tahunan. Jadi kita akan punya gambaran, tahun kesatu akan kemana, tahun kedua akan kemana dst. Dengan demikian rencana perjalanan kita lebih teratur dan tidak dadakan.

Catatan Project.
Nah dari catatan idea tadi cek satu-satu yang bisa jalan cepet jdi duit apa. Jadiin projectnya dah. Kasih rentang waktunya. Cek satu-satu perlu apa saja, dan MULAI. Kebanyakan orang stop hanya di tulisan , dikerjainnya nggak. Nah kebayang kan … Kalau ada jadi bisnis tambahan kan asik.

Project Check List.
Project checklist merupakan turunan dari catatan project. Disini kita menulis semua bentuk aktifitas y ang dibutuhkan dan kapan harus selesai. Kalau di kantor biasanya kita bertemu dengan yang namanya Gantt Chart. Tapi untuk kepentingan pribadi, nggak usah seruwet itu. Cukup pisahkan satu bagian dari jurnal teman-teman untuk menulis ini.

Catatan Pikiran impulsif.
Aku orangnya sangat impulsif, alias semuanya pengan dikerjain. Susahnya aku multi talent, jadi semuanya bisa dikerjain dengan bagus, bukan setengah-setengah. Hahhaa. Contoh ya menulis dan membuat web ini. Jadi kan beneran ? Hanya aku harus buat prioritas, dari sekian banyak talent mana yang akan aku fokus duluan.

Jadi akhirnya aku menemukan cara untuk mengontrol pikiranku yang meloncat-loncat dengan menggunakan teknik ini. Semua pemikiran impulsifku aku catat disini. Lalu aku mulai berdebat dengan diriku sendiri dalam bentuk tulisan, apakah yang aku pikirkan itu ok apa tidak. Nah pakai 2 warna ya, seolah-olah seperti dua orang yang berbeda. Seru loh. Panjang tidak apa-apa. Selain melatih pikiran untuk fokus juga membiasakan kita berpikir kritis, dengan mempertimbangkan positif dan negatif dari berbagai sudut pandang. Ujung-ujungnya kita bisa sampai pada kesimpulan sendiri dan biasanya berpikirnya lebih jernih.

Catatan Pengeluaran / Keuangan.
Kebanyakan orang membuat catatan pengeluaran hanyalah mecatat pengeluaran saja. Padahal kita bisa mendayagunakannya dengan berbagai variasi. Untuk ini akan saya bahas dalam artikel terpisah karena panjang sekali.

Catatan harian / Catatan emosi.
Untuk yang satu ini, akan aku bahas dalam artikel terpisah, karena aku akan menjelaskan teknik Cognitive Behavior Therapy dan Neuro Linguistic Programming untuk mengontrol pikiran kita.

Gratitude Colums.
Ini kudu wajib harus… Apapun bentuknya, mau ketemu cowok cakep, dapet istri baru, eh nemu bubur ayam asoi, tulis disini dan berterima kasihlah untuk kehidupan ini. Hal-hal sederhana yang kita jalani kadang kita lupa, dan merasa ya itu sudah sewajarnya. Jangan begitu teman… Itulah cara alam memberikan kita karunianya, bukan hanya kekayaan saja. Dengan teknik ini, kita secara tidak langsung telah berdoa dan mensyukuri kehidupan.

Jadi betapa bermanfaatnya journaling itu bukan ? Selain mengosongkan pikiran, meluruskan pikiran, juga bisa membuat kita lebih kreatif.

Kalau susah menemukan agenda untuk journaling, beli lah Loose Leaf dari Maruman. Itu loh yang kertasnya bisa dicopot-copot dan direfill. Lalu bagilah tiap berapa lembar, untuk catatan apa. Bisa digunakan semua mengikuti caraku, atau bikin saja yang sesuai mau yang mana. JANGAN BELI AGENDA YANG SUDAH FIX TIDAK BISA DIREFILL. Karena kalau penuh satu bagian,tidak bisa diisi ulang. Kalau pakai yang refill tinggal kita tambah kertasnya. Kalau sudah penuh, kita cabut kertasnya dan filing di satu binder lainnya, khusus untuk database kita. Selain kita nggak ketinggalan catatan, kita bisa mudah mengingat kembali apa yang dulu pernah kita catat.

Yang sudah praktek nanti posting disini ya fotonya. Kan seru… Pasti macam-macam bentuk journal setiap orang.

Semoga bermanfaat dan be a smart traveller with Joe 👍

My Journals collection
My Journals collection
Project Journal