Jika kita bepergian jauh, tentunya kita memerlukan tempat untuk baju dan barang lainnya. Kalau backpacker ujung-ujungnya otomatis biasanya bawa ransel. Ternyata kadang membawa ransel itu tidak efisien juga. Aku pernah berjalan dengan seorang backpacker dari Jakarta, dia seorang wanita. Yang dibawa? Dua buah koper kecil. Satu koper Hello Kitty, satu koper merah jambon. Waduh nih dia ni, aku mulai stress, jangan-jangan bawaannya nanti kosmetik semua. Hahaha. Untung dia nggak bawa apa-apa. Soalnya pernah pergi dengan wanita lainnya, tujuan Hong Kong. Kalu yang ini ratu belanja.

Backpacker sih backpacker, pas sampai di Soeta, ini dia bawa koper segede gaban, dua bukan lagi satu. Isinya setengahnya gincu 20 buah, krim alis sampe kirim kaki lengkap semua, ada kali 30 botol, sudah seperti peragawati mau mode show tahun 70an dulu, belum lagi catok rambut, hair dryer dlsb. Sepatunya saj bisa bawa 5 buat perjalan seminggu. Ya aloh ya robi. Sampai di Hong Kong, doi kesurupan jin toko, pulang koper nambah 4 hahahaha. Apanya yang backpacker ya?

Pengalaman lainnya adanya backpacker londo. Wah kalau itu beneran backpacker. Itu loh biasa bawa ransel yang buat naik gunung gitu deh. Aku lagi mikir itu bawa barang segitu banyak dengan ransel nggak patah tulang ya ? Kalau aku disuruh bawa kali aku doyong ke belakang bukan ke depan hahhaha.

Aku pernah gonta ganti antara ransel dan koper. Dari mulai tas ransel rombeng beli di Senen. Gitu-gitu harganya 5M loh. Orang kaya sih hahahaa. Bukan five million ya, itu harganya 5M alias Murah Meriah Mencret Muntah Mati. Itulah 5 M. Ujung-ujungnya 3x pakai jebol wasalam. Kapooook beli yang 5M. Beneran deh mati pada akhirnya.

Akhirnya karena bepergian tiap tahun, dan kadang-kadang impulsifnya muncul, itu tiap tahun beranak cucu segala macam tas. Dari mulai ransel keren Ransel gunung (yang 3 kali pakai dihibahkan ke adikku, karena pegel punggung), tas ransel seumprit niru orang Jepang (berakhir selalu beli koper baru kalau pakai ini, karena bawaan pasti nambah), Koper dadakan beli karena unexpected dagangan (mikir tiba2 eh asik juga jualan buat balik ongkos hahahah), Koper samsonite, Koper cuma seperempat meja makan (yang berakhir hanya cukup bawa camilan), ransel Eagle Creek plus untuk laptop dengan roda (ini lumayan ok dipakai sampai lama), ransel Eagle Creek baru plus untuk laptop lagi ukuran gedean (ini lumayan juga), tas yang bisa dilipat-lipat Eagle Creek, tas gendong Kipling (ini oce sampai sekarang), tas yang bisa dilipet-lipet segede dompet, ransel yang dilipet jadi segede gantungan kunci, tas cangklong Project Blood, Backpack Crumpler, Messenger bags, tas laptop dari mulai yang mini sampai super jambo (entah buat bawa apa, seneng aja belinya hahahha).

Lama-lama stress juga bawa ransel, kalau pindah-pindah kota dan negara aduh langsung itu koyo 20 potong di punggung tiap malam. Akhirnya memutuskan membeli koper. Koper pada awalnya, selalu pilihannya segede meja makan, dengan harapan kalau belanja muat semua. Semakin bertambah umur, encok kiri kanan menyerang, tuh geret-geret koper segede maja makan kan gue mulai ungu dah mukanya. apalagi kalau naik turun tangga MRT. Langsung kayanya pengen aku lempar itu tas kemana saja. Jadi gantiiiii saja dipensiunkan.

Dapatlah koper keren biru dari BLOK M, emang rejeki anak soleh, karena aku datang penglaris pagi-pagi buta, didiskon lah tuh tas 60 persen. Biasalah kalau udah noko kan mulai yang jaga buka kunci sampe dia ngunci pintu lagi hahahha. Khatam berjamaah pokoknya dengan pengunjung lain. Wah langsung angkut dah. Dia setia menemani beberapa perjalanan. Eh 2 tahun cukup. Ide gila datang lagi. Gara-gara sutrisna jaja miharja geret-geret koper di Tokyo, langsung mikir : gile ni beban hidup aku segitu banyak, gimana Jesus ya gotong-gotong salib di Via de Lorosa.

Jadi kuputuskan, adikku seperti biasa akan menerima berkat karunia dari diriku, menerima limpahan koleksi tasku . Hahaha. Sukses mengosongkan rumah, melipir ke Singapore lupaaaaa….. malah beli koper baru wkwkwkwkw. Entah dipakainya kapan. Yang penting ada dulu deh. Itu koper asik soalnya. Cuma 2.5 kilo kosongnya. Dan beureum kitu meni kinclong.

Jadi teman-teman pilihan koper apa tas ransel kembali ke masing-masing ya… Cocok2an soalnya. Tapi kriterianya kira-kira demikian :

Ransel :
1. Kuat, dan anti air
2. Ada itu anti maling alias tahan disodet pakai pisau
3. Ringan
4. Beli yang muat untuk 1- 2 minggu
5. Jangan terlalu besar, tapi juga jangan terlalu mini.
6. Jangan yag libet dengan berbagai tali
7. Nggak perlu buat laptop, mendingan tersendiri, pengalaman soalnya suka lupa, jatuh2 akhirnya malahan komputernya yang diservice.
8. Kalau bisa multi fungsi ada rodanya, jadi kalau cape bisa ditarik-tarik.
9. Mendingan nabung punya tas mahalan dikit tapi tahan lama …
10. Kalau naik pesawat sering-sering jangan bawa yang ukuran besar, mendingan cari yang sedeng dan bisa muat sampai 7 kilo. Kalau mau bawa banyak barang, ransel yang di bagasi kudu cuma diisi baju dan sepatu titik. Jangan macam2 ada perhiasan dan laptop. Itu mah namanya mengundang karma buruk.

Koper single fighter :
1. Beroda, dan bergagang, roda yang bisa muter lebih ok, karena ada juga roda yang cuma satu arah.
2. Maksimal berat tas 3 kilo, di luar itu jangan, karena jadi tidak bisa bawa barang banyak.
3. Warna cerah kalau bisa, Jangan beli yang sejuta umat sama semua orang, tidak asik kalau sudah sampai ternyata tertukar sama umat lainnya.
4. Jangan beli tas berbahan kain ya, gampang dirusak di bandara kita. Aku kapok dah, ringan sih ringan eh tahunya sampai isinya berantakan bisa dicongkel.
5. Kunci harus bisa TSA, standard internasional
6. Kalau bisa risletingnya ada protectionnya
7. Kalau lebih bahagia kopernya bisa dilebarin jadi bisa bawa barang pulang lebih banyak.

Koper keluarga : (maksimal 1 jangan lebih)
1. Berat koper maksimal 5 kilo, kalau bisa seringan mungkin
2. Cari yang kuncinya kuat, awas jangan lupa kodenya. Koperku dulu pernah aku gergaji kuncinya di bandara Kamboja hahahhaa gara-gara lupa.
3. Susun di dalamnya dengan kompartemen packing yang dijual terpisah. Lumayan membantu supaya tidak acak-acakan antara baju anak yang satu dan lainnya.
4. Lainnya ikuti panduan koper single.

Nah kira-kira demikian ya … selamat berburu ransel atau koper. jangan lupa posting-posting sini …