Sepanjang jalan Malioboro kita bisa menemukan banyak pedagang kaki lima, baik makanan ataupun baju dan lainnya. Banyak sekali kerajinan-kerajinan khas Jogja tersedia disini, kaos-kaos yang lucu-lucu, tas-tas kulit, berbagai jenis celana, handuk, sarung dan lainnya banyak sekali.

Menjelang malam, suasananya berubah sedikit. Akan banyak warung lesehan mulai berjualan. Gudeg Jogya dan ayam bakar merupakan hidangan favorit yang bisa kita temukan disana.

Jogja juga terkenal sebagai tempat berkumpulnya para artis jalanan  yang memperagakan berbagai keahlian mereka sepanjang jalan ini. DImulai dengan geoup dangdut, lagu-lagu tahun 60-80 an, pantomim, pertunjukan sirkus kecil dan lainnya akan memenuhi sepanjang jalan ini. Beberapa di antara seniman tersebut mempunyai kualitas seni pertunjukan yang bagus. Tidak jarang juga pengunjung ikut berjoget dan menari serta bernyanyi bersama dengan mereka. sungguh menarik hati.

Beberapa artis jalanan membawa gitar, atau bahkan band lengkap sampai dengan kolintang segala. Dilengkapi dengan speaker besar, maka jadilah ramai seperti menonton pertunjukkan di panggung konser. Jangan salah, ada juga penyanyi yang bisa menyanyikan lagu-lagu baru jaman kekinian.

Malioboro terkini  menjadi  lebih lebar karena tempat parkir yang tadinya ada di pinggir jalan sudah dipindahkan ke kawasan parkir Abu Bakar Ali. Sehingga, trotoar di Jalan Malioboro bisa digunakan sepenuhnya untuk para pejalan kaki.

Sekarang juga disediakan kursi-kursi di sepanjang jalan dan juga lampu-lampunya telah diperbaiki, sehingga serasa di Paris wanna be. Hehehe