Belanja ? Guangzhou ? Wah boleh tuh … Di pikiran sudah menari nari wah murah ni, barang China kan murah-murah. Dengan bekal kartu kredit 6 sudah siap dong belanja.

Edodoe sampai disana, aminul ya robi, kartu kreditnya kagak laku. Hahahhaa. Ya sudahlah ngeces nggak jadi belanja … Catatan : kategori tidak belanjaku hanya beli baju 6 dan sepasang sepatu ya. Belum sekoper kok. Qiqqiiqq.

Nah untuk menghindari malu bertanya, kartu kredit nggak laku tersebut maka inilah kiat-kiat Blomwood yang bisa dibagi untuk shopcoholic lainnya :

1. Bawalah uang cash Yuan, 1.000 Yuan itu adalah minimal untuk makan enak selama 4 malam 5 hari. Kalau berbelanja kategori ‘normal’ 5.000 yuan cukup, sementara tidak normal 10.000 yuan tampaknya memadai. Kalau mau pas-pasan makanan di 7-11 tetap paling tidak keluar 50.000-60.000 rupiah sekali makan.

2. Siapa bilang murah ? Barang bagus walaupun produk Cina tetap ada harga ada rupa. Jadi lupakan kata orang disana murah. Murah bu Otong kali. Baju-baju dengan kualitas bagus dan bagus sekali tetap harganya ratusan ribu.

3. Banyak brand lokal karya perancang China bertebaran. Bikin kalap dah. Nggak kalah modis dengan keluaran Jepang. Katunnya juga kualitas ok. Jahitan rapih juga. Baju kantor, baju casual, baju sport, bertebaran. Buat esmod esmodan yang mau dandan nah disana oce dah … Cuma ya ada rupa ada gaya ada harga ya.

4. Jangan bawa kartu kredit banyak-banyak. Tokonya banyak yang menerima Alipay, Applepay (sedihnya kita tidak punya dua-duanya) dan kartu kredit lokal. Cash is the king, tetep wae deh.

5. Kalau lagi bayar jangan meleng ya, uang kita suka ditukar dengan yang palsu. Berabe itu judulnya. Atau kembaliannya dalam mata uang nggak jelas antah berantah nggak ada harganya. Biasanya karena kecapekan kita suka meleng dan main terima saja.

6. Untuk pembayaran dengan kartu kredit di toko yang menerima, ikuti si sales nya kemana dia bawa kartu, jangan meleng, karena bisa digesek nggak-nggak sama mereka.

7. Untuk pria bahaya ni, yang jualan enci-enci cakep-cakep (hahahahaha). Nanti sembari disuruh nunggu ini itu diajak ngobrol disodorin segala macam barang sembari haha hihi, judulnya pulang-pulang segala macam dibeli. Hahahaa. Cukuplah diriku jadi korban.

8. Toko barang bajakan dan barang asli dengan cueknya bisa berdampingan atau berhadapan. Bossini toko keren, kwnya di depannya ada toko Baolang. Hahaahaha.

9. Kawasan perbelanjaan disana diatur menurut zone / area. Jadi gampang nyarinya. Daerah toko lukisan dan art, maka di daerah situ ya lukisan semua nggak bakalan mungkin nyempil toko bh satu. Daerah ramuan obat tradisional ya itu semua, jangan berharap tiba-tiba ada Macdonald disitu.

10. Paling oce Beijing Lu dah … Waduh itu kaya di Eropa … Jalan besar pedestrian untuk berjalan kali dengan kiri kanan tokooooooo semuanya bagus-bagus. Disitu dua hari dua malam ngubek-ngubek nggak cukup. Gilaaaa luassss bener. Impian ibu-ibu dah sama bapak-bapak. Nanti aku ulas di artikel tersendiri.

11. Kemana-mana bawa tas kosong buat belanjaan, kantong plastik dicharge 800-1000 rupiah.

12. Sedia koyo dan minyak urut… Pegel linu ampun keliling beberapa tempat, selain jauh-jauh, luas-luas dan harus turun naik stasiun metro yang nggak kira-kira jauh ke bawah tanahnya.

13. Waktu berbelanja paling asik kayanya musim semi, musim gugur dan akhir musim dingin. Waduh jangan pergi Juni Juli deh … Udara panas sekali dan kering. Moisturiser kudu wajib bawa. Yang ada dehidrasi gelepek kaya aku. Untung nggak diangkut ambulans.

14. Ehhhh ini superduper penting … Tissue basah dan air 2 botol buat cebok… Hahahahahaa. Kalau kebelet pipis di pusat perbelanjaan walau mewah tetap saja sebagian wc, wc jongkok dan tidak ada air. Mau masuk hotel bintang juga mirip-mirip deh. Sakit kepala…

15. Kartu telepon nyarinya setengah mati, lalu jaringan internetnya lambreta ratahayo dah. Pakai roaming telkomsel langsung no connection. Jadi tahan untuk tidak pakai telpon.

16. Kalau pergi beberapa orang, sebelum pergi, janjian jam sekian dimana ketemuan, supaya kalau pisah tidak susah saling cari. Karena komunikasi disana susah. Kecuali yang bisa Mandarin tentunya.

17. Jangan bawa USD dan tukar disana. Ratenya jeblok jauh banget-banget. Juga mata uang lainnya seperti Hong Kong. Kalau pulang lebih baik tukar disana uangnya. Atau sekalian di Indonesia saja. Tukar di Hong Kong Akan jatuh juga ratenya.
Akhir kata selamat berbelanja dan menikmati suasana kota Guanghzou…