Shibuya crossing alias perlimaan paling terkenal di daerah ini … Terletak di luar stasiun Shibuya. Ribuan orang akan bergerak ke segala arah dalam waktu bersamaan, apalagi pada waktu pagi hari saat pergi ke kantor, dan juga saat sore hari dimana orang pulang dari tempat kerjanya … Namun jika berjalan di daerah ini jangan berhenti disini lalu langsung pergi ke daerah lain ya. Susuri dulu daerah Koen Dori di daerah ini, atau gang-gang kecil ke arah kiri kanan depan belakang. Berani jamin waktu seharian kawan tidak bakalan cukup mengeksplorasi di situ.
Kenal film Hachiko si anjing setia dan pemiliknya yang diperankan Richard Gere ? Nah di stasiun Shibuya inilah terletak patungnya … Wah untuk berfoto dengan patungnya saja perlu antri. Lokasinya terletak di pintu keluar masuk stasiun Shibuya … Banyak sekali noni noni cantik segala bentuk disini dari mulai super trendy dan cute, sampai yang bulet semlohay juga ada. Tapi, jarang lihat cewe Jepang montok, mungkin setiap hari mereka kudu jogging keluar masuk mrt. Tapi anehnya betisnya mulus-mulus kok gak berurat akar kaya tukang becak. Hahahaha ketauan deh suka liatin.
Karena musim dingin jadi banyak yang berpakaian untuk musim dingin, tapi ada juga yang aneh bin ajaib pakai rok balet ditumpuk dengan model nggak jelas. Lalu yang namanya stiletto dan high heels dimana mana. Gile tuh cewe pada… Saking udara dingin kali ya … Jalannya kaya dikejar tukang kredit, aku saja terengah-engah mencoba jalan seperti mereka. Lah itu jalan cepat dengan memakai stiletto gimana latihannya ya ? Adapula yang naik sepeda. Hebattt… Yang cowoknya kalem kalem diem diem aja… Tapi kayanya disini tempat kenal kenalan gitu deh. Atau janjian. Nah kalau PD coba deh berdiri sini gaya macem-macem kali ada yang mau kenalan. Hahaa…
Stasiun Shibuya sendiri menarik untuk dieksplorasi, banyak sekali toko tersedia disini … Bingung dah dari mulai department store, Uniqlo, makanan, restoran, kue, roti nyam nyam, toko bunga, bank, toko kosmetik semua tumplek blek disini. Bagusnya rapih aja… Begitu keluar pintu exit kiri kanan toko keren. Displaynya juga tidak asal. Kawaiii desu ne. Ciri khas Jepang, tidak berlebihan, tidak minimalist, tapi bagus dipandang. Kalau baju duh… Bagus potongannya dan enak dipakainya. Duh kalau yang emak-emak udah ngilang deh yakin, satu ke toko kosmetik, satu ke toko aksesories, satu ke toko pakaian. Bandingin sini kita punya Gambir, cuma beda banget dah, begitu masuk matanya kayanya langsung muter pusing, ini bentuknya kaya apa sih, semua suka-suka nggak ada aturan. Tapi sekarang mendingan banyak brand bagus masuk di Gambir, jadi agak tertata. Coba deh sekali-kali masuk Gambir. Eh pengumuman : sekarang ada fasilitas hotel transit dan juga penitipan locker serta shower disitu. Hebat dah.
Nah kalau di Shibuya, toko-tokonya cantik seperti di mall. Mereka satu tipe hanya beda-beda judul saja. Diskon dimana-mana. Harusnya aku bawa rombongan ibu-ibu ke sini, apalagi ke Koen Dori. Yakin pada ngilang hahaha. Ide bagus tuh bikin shopping tour ke sini. Selain di Shinjuku.
Request emak-emak konsultasi perjodohan belanja ni, 2 hari terakhir, tang ting tung di wa dan fb message aku : gue bawa anak ni, apa yang bisa bikin mereka senang tapi emaknya juga bisa bahagia belanja ? Lalu pada ngejerit waduh JR Tokyo Pass mehong surehong jujulipatong. Ya iyalah kan aku dah bilang harganya bisa sampai 4,2 juta. Lah kalau niat mau motret ciao bella, cantik2 mah semua sudut Jepang, kayanya potret di tempat parkir sepeda saja tetep cantik kok hahahha.
Itu balik Tokyo Pass, cukuplah disediakan buat maniak orang yang kejar setoran ya, tiap 30 menit pindah tempat demi foto latar belakang tempat beda-beda. Kebayang pegel linunya abis 3 hari. Aku mah nggak menyarankan kelompok itu ya. Biarlah beda trend sendiri hehe. Yang penting menikmati liburan berkualitas, lihat sedikit tempat tapi puas, dan dapat barang bagus-bagus dengan harga sesuai kantong, bukan barang murahan juga ya. Kalau memang suka kan kapan-kapan bisa pp lagi ke Jepang kan, nggak ngilang kok tetep disana.
Heran ya … Rumah rumah orang Jepang itu tidak banyak barang barang, tapi kalau lihat toko segala rupa ada di Jepang rasanya tidak percaya kalau semua produk itu ditujukan untuk mereka. Di stasiun ini jangan takut kelaparan, banyak terdapat restoran dan toko2 makanan yanmembuat kantong bolong. Rasanya semuanya ingin dicicipi. Kalau kue-kue, juice, coklat, pattiseries, roti mah nggak usah takut pusing halal, ya serbu aja.
Dibandingkan dengan stasiun Shimbashi dan Shinjuku yang bikin susah hidup karena terlalu banyak percabangan, saya lebih suka disini karena lebih mudah dimengerti rute rutenya. Aman ? Ya. Walaupun tetap harus waspada. Copet pasti ada saja.
Di luar stasiun ini berdirilah banyak gedung-gedung perkantoran dan pertokoan. Mirip dengan Times Square di New York, dimana setiap gedung memasang bilboard video elektronik raksasa … Jadi selama menunggu menyebrang jalan kita bisa melihat berbagai film iklan yang berbeda beda di berbagai arah di atas depan kepala kita. Yang terbayang, di atasnya diserang Gozilla atau Piring terbang seru kali. Awas kelupaan nyebrang ya gara-gara asik nonton. Eh yang harus dicoba itu arus peak hour ya jam orang pulang kerja terutama. Wah seru… Melebur di tengah kerumunan manusia yang tidak saling bertabrakan dari 5 arah. Kalau tidak ada kerjaan bingung mau ngapain nah boleh deh tuh bolak balik nyebrang 3x. Hahahaha.
Stasiun Shibuya seperti stasiun-stasiun kereta lainnya di Tokyo nampaknya stasiun-stasiun lama. Entah mengapa rasanya seperti ada ‘dunia lain’ di balik stasiun itu. Ya kalau perasaanku kalau ada tempat berbeda kasta ya gitu deh. Nanti aku cerita Los Ramblas Barcelona ada penampakan abad 16. Haduh kalau dipikir, nggak lagi deh kesitu. Bagiku Barcelona itu kota tua yang penuh dunia lain. Hahaha sori ya loncat, di otak udah kebelet pengen nulis Eropa.
Eh Balik Shibuya ya. Mungkin karena struktur bangunannya yang kuno. Jauh berbeda bila dibandingkan dengan stasiun kereta di Malaysia atau Singapore misalnya. Di kedua negara ini stasiun tampak lebih modern bila dibandingkan di Jepang, demikian juga keretanya.
Di Shibuya, area yang menarik ada dua : menyebrang lurus atau menyebrang ke arah kiri. Di sana yang disebut daerah Koen Dori merupakan daerah pertokoan dari ujung ke ujung. Nah kalau anda ingin berbelanja. Berbelanjalah di area ini. Terbagi atas beberapa jalan besar dan gang-gang kecil. Seru sekali. Banyak toko yang tidak biasa ada disini. Kalau wanita rasanya susah keluar dari area ini. Semakin jauh ke dalam semakin unik barangnya dan banyak yang khas Jepang. Membawa koper kosong kecil mutlak di daerah ini, jadi tiap kali belanja kantong plastik tinggal dimasukkan ke koper. Jadi tangan bebas dari semua kantong plastik. Tips : WAJIB INGAT BELOK DIMANA YA, APALAGI PERTAMA kali, NANTI NYASAR KARENA SEMUA MIRIP. Kalau perlu tiap belokan foto tadi dari situ.
Banyak juga terdapat restoran asik disini … Toko elektronik seperti Bic dan Labi juga ada disini. Itu toko elektronik bukan hanya satu dua lantai tapi bisa 10 lantai. Satu lantai bisa hanya isinya mesin cuci, lainnya tv dan lain lain… Ada setengah lantai isinya hanya earphone dan headphone saja ! Gila… Komputer notebook bentuknya bermacam-macam, sayangnya tidak bisa kita beli. Jangan membeli elektronik seperti notebook di Jepang ya. Karena tidak bisa dipakai di Indonesia. Salah satunya karena beda voltasenya dan seringkali petunjuknya hanya tersedia bahasa Jepang. Sayang bener padahal aku udah gatel ingin borong laptop dan pernak perniknya. Penggemar kamera silakan berjam-jam pilih kamera. Tiada duanya dan boleh dilihat satu-satu. Aku tidak terpikir beli kamera waktu pergi yang terakhir, eh malah nyari di Spore. Itu juga gara-gara lihat kamera canon keren di Haneda, mikir jangan beli kepikiran juga.
Disini juga banyak terdapat anime games center. Anak-anak muda Jepang dan juga para pegawai kantoran banyak yang menghabiskan waktu disini. Sebagian permainan juga berupa judi dimana kita mempertaruhkan uang betulan. Aku motret diam-diam disini tapi ketahuan jadi dilarang. Paling tidak,sudah terekam beberapa games.
Untuk anak wanita ada beberapa studio mesin foto. Laku sekali. Kalau mereka masuk dan difoto disana, hasilnya seperti orang lain, muka mereka bisa diubah dengan make up, dan lainnya. Kira-kira mirip gini deh lo punya tampang Nyai Blorong dipermak keluar jadi Miss Universe … Kira-kira gitu deh kerja mesinnya. Hehehe. Nah yang merasa perlu foto-foto ciao bella itu nah masuk sini deh, nanti kalau posting, ya aku mau liat kaya apa setelah dipermak di mesin it. Keluarnya kaya Dena Rachman apa Dorce Gamalama. Sama-sama cantik dari dunia lain.
😀Heh jangan salah kesintalan juga bisa permak lewat studio ini . Nah bagi yang mau ukurannya tiba-tiba jadi gedean gitu bisa tuh kayanya di mesin itu. Awas suaminya bingung nanti lihat fotonya. Buat seru-seruan sangat wajib dicoba deh tuh tempat games, anaknya bisa dilepas main ding dong atau apa, kaya di Matahari games center itu. Cuma banyak games yang sangat canggih dah. Kalau nggak salah ada 3 lantai khusus di tempat games ini saja.
Brand-brand terkenal bertebaran sepanjang jalan. Apa aja ada. Forever 21 outlet itu bisa 4 lantai, belum yang lainnya. Pokoknya hips banget. H&M gedung besar sendirian menjulang belum brand-brand Jepang. Toko murah meriah „100 juga ada disini. Kalau cari branded, di Ginzalah, jangan disini.
Gang gangnya menyenangkan. Seolah terlempar ke dunia lain dengan berbagai desain exterior yang memikat… Buat foto-foto asik dah. Ada yang jual pernak pernik wanita, restoran, sampai sex shop. Kalau soal harga pakaian relatif dah dari mulai harga 150.000 sampai jutaan. Daerah lebih ke dalam berjajar pachinko center buat permainan games, ada tuh kompleksnya. Pokoknya eksplorasi daerah ini habis-habisan ya. Pasti tercengang menemukan ribuan tempat unik.
Nah cukup ya … Jadi ngapain motret nyebrang jalan saja biar kelihatan sampai depan anjing Hacciko hihi, kalau disini bisa duduk ngafe, restoran, mencoba berbagai kuliner, berbelanja dan juga bermain di tempat games.
Eh kelupaan wajib punya buat semua punya hobi apapun : ada Tokyu Hands di Koen Dori dan Loft terbesar disini. Isi lengkapnya dibahas di dua artikel terpisah.
Selamat berbelanja