Teman … Ini pengalamanku mencari penginapan enjoy. Silakan share kalau suka

Pengalaman Menginap Di Penginapan

Setelah pemesanan tiket biasanya kita baru daftar bahwa kita belum punya tempat menginap. Kalau kita punya teman atau saudara sih enak. Tapi kalau belum ada, solusinya ya mencari penginapan.

Masalah mencari penginapan yang terjangkau dan nyaman kadang seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Review orang kadang tidak juga menunjang. Jadi kita harus mencari sendiri. Mencari penginapan yang nyaman dan mudah aksesnya di Tokyo dan Osaka agak-agak sulit, terutama jika kita tidak mengenal daerahnya. Yang sebetulnya juga berlaku umum dimanapun.

Nah ngomong-ngomong karena banyak yang nanya penginapan, aku tergugah berbagi cerita tentang penginapan ya.

Di Amsterdam aku pernah tinggal di satu hostel yang ternyata di bagian bawahnya kafe ganja, hahahaha. Gila deh sampai pusing tiap kali disitu. Aku tidak merokok, lah ini disodorin bau ganja. Keleyengan yang ada. Belum lagu dengan musik techno berdentum-dentum. Itu hotel benar-benar hips dah. Belum lagi tuh cewe cewe bule sebebas bebasnya pakai pakaian padahal musim dingin. Aku saja sudah beku, lah ini cewe-cewe pakai tank top sepotong dengan pemandangan melimpah. Hahaha. Karena menghirup ganja kok depannya jadi ada empat ya. Gila dah baru kali itu aku mengalami melihat wanita bertete empat. Hahahaa pusing pusing. Ini hotel yang neraka . Nah berikut hotel yang surga. (Apa kebalik ya)

Sekali waktu lagi di Amsterdam terjebak di hotel berlandaskan agama. Waduh tiap berapa jam diajak kebaktian. Kapan aku bisa jalannya ya. Akhirnya ngabur dah cepetan. Hahaha orang mau liat toko disuruh berdoa dari pagi sampe malam. Gila tuh hotel tiap berapa jam ada acara doa. Salah milih aku. Cukup 1 hari lalu pindah ke temanku.

Di Berlin Utara aku mendapatkan tempat di pinggir hutan belantara, dimana karena nyasar aku harus menerabas masuk tengah hutan jam 11 malam. Turun dari Sbahn. Tanya kiri kanan dengan bahasa Jerman, ditunjukkan oh ke arah sana dekat kok, lewat jalan setapak sampai. Berjalanlah aku ke arah tersebut dan ternyata itu area hutan belantara. Diiringi suara burung hantu sepanjang perjalanan untuk menemukan hotel yang letaknya jauh dari peradaban. Untung masih dikasih lampu setiap berapa meter. Seram juga dah … Untung ketemu. Sayangnya hanya sehari, dan keesokannya pas mau pulang ternyata itu di pinggir danau yang keren. Sayang harus pindah kota hiks…

Di Kuala Lumpur kamar diacak-acak maling pernah juga. Semua pakaian dalam aku dan temanku ditebar dan ditaruh di atas lampu meja hahaha. Gila deh tuh maling dikira kami bawa berlian kali ye. Berlian Hutauruk sih nggak ada, yang ada celana dalam hahaha.

Di Genting Highlands, aku sampai panggil security. Ya tengah malam jam 12 kali tuh ada Jepang gila lari-larian sama 2 cewe haha hihi bolak balik ke kamarnya. Sarap dah … Edan deh pake foreplay lari-lari di koridor hotel. Hahahaa

Di Singapore dapat kamar hotel berhantu pernah juga. Selain itu pernah temanku kesurupan (cerita lain), kamar lainnya dalam kesempatan lain, pernah di sebelahan kamar orang sedang f…cking … Kacau deh, sampai itu suara ranjang berdebum berderit dan ah uh oh, dinding bergetar semua lengkap. Hahahaha. Parah banget tuh. Yang ada stress nggak bisa tidur dahhh… Akhirnya jalan keluar wkwkw.

Juga di Singapore, kali lainnya aku yang kemasukan, kata teman jalanku yang lain, aku sampai nendang dia dalam keadaan tidur hahaha. Singapore itu banyak kamar spooky entah kenapa.

Singapore juga, pernah tinggal book satu apartemen dengan temanku. Begitu keluar kamar sore ternyata disitu pusat bencong hahahahahahaa. Aduh banyak bener dah pada dandan. Sementara aku berdua dengan temanku cekikikan geli dah. Mana ketauan ya kalau dari websites book. Haha

Kamar lainnya adalah yang lukisannya bergerak-gerak sendiri (Bandung), di kamar mandi ada yang mandi tengah malam padahal aku sendirian (Singapore, Ubud), kamera memotret sendiri (Ubud), serangan udara dingin aneh (Ubud dan Sanur), kamar kacau (Gili Trawangan), kamar kebanyakan tempat tidur (4 bo dikasih sementara aku sendirian – Gili Air), kamar eco (Gili ada deh), kamar di tengah areal persawahan dan dipenuhi kunang-kunang (Ubud),

Kamar yang menakjubkan diiringi dengan dua butler yang mengiringi, didapatkan di Bangkok karena ada upgrade membership. Hahaha bego dah, aku cuma bawa rolling backpacks diiringi dua butler ke kamar wkwkwkw. Itu kamarnya satu apartemen dengan luas 100 meter dah. Akhirnya aku bilang pergi aja deh kasihan mau melayani apa, hehehe.

Juga di Bangkok, dari sites keren, gampang akses dll, tertariklah booking. Bener sih tengah kota, tapi begitu jam 21.00 duh gak bisa tidur, kiri kanan jadi diskotik. Lagunya yang satu lagu disco thailand ting tong plenong, yang sebelah techno abis dung dung dung trek sepanjang malam. Aku sampai beli sumbat kuping, lalu kepalaku dibungkus pakai handuk dan tidur ditutup dengan bantal. Pagi-pagi tremor bo badan semuanya, efek dugem parah semaleman denger musik nggak jelas. Hahahahaha.

Hotel yang ada tamunya, bawa bencong buat dipake dan lalu berantem di lobi, karena kurang bayar dialami di Pattaya Beach. Pattaya kan terkenal dengan third gendernya. Aduh itu kacau sekali, kliennya India mungil, bencongnya kekar pakai rok, tuh India beneran diseret sama si bencong keluar halaman. Ditarik leher kemejanya dan si India nurut saja diseret si bencong kekar. Hahahaa. Heboh dah sampai manajer hotel keluar dan mereka digiring ke dalam. Hahaha. Eh masih adu mulut juga di counter reservation, sampai ada India lain keluar, mungkin temannya. Entah mau dibayar, apa dipakai lagi. Hahaha. Kita di lobi pada nonton aja serasa nonton telenovela. Qiqiqi.

Hotel lainnya yang juga berkesan adalah di Barcelona dan Sevilla. Di Barcelona hotelnya berada di ujung kota di daerah perumahan, kemana-mana bertanya hanya dijawab Spanish. Untung mengerti Perancis jadi masih bisa nebak-nebak. Hotelnya kecil mungil tapi di dalamnya keren, ada private bioskop, laundry, kitchen, ruang berjemur di atas atap dengan bunga-bunga bougenville. Top abis… Bisa baca-baca disana seharian.

Di Sevilla, itu hostel hips tempat anak muda, gila dah … Hotelnya sih biasa ya, cuma lokasinya top. Di tengah kota tua, dengan jalan-jalan setapak abad 16 gitu deh. Belok kanan gereja dan reruntuhan romawi yang dirombak jadi pasar dan tempat orang kongkow. Belok kiri menyusuri kota tua, kiri kanan pertokoan sepeti di jaman abad pertengahan (bangunannya asli). Jalan sedikit kita bertemu dengan banyak pertokoan berbentuk minaret (menara dengan kubah seperti mesjid). Ya karena sebagian Spanyol pernah dikuasai Islam, sehingga bercampur bangunannya.

Di Hong Kong kamar-kamar kecil-kecil dengan harga nggak masuk kantong aku. Jadi aku memilih beberapa guest houses. Salah satu yang berkesan adalah berjudul Taman Bunga. Sampai di sana dengan pikiran wah asik tempat bunga ni, tak tahunya isinya jemuran BH dimana mana plus tong sampah banyak banget.

Jadi kalau lewat di pelataran kita harus menepis BH-BH yang bergantungan. Hahahaha. Aku dengan rombongan kalau inget pengalaman itu selalu tertawa habis-habisan. Kudu ganti nama tuh hotel jadi The BH Garden.

Di Paris aku berpindah hotel dan tersesat di daerah bronx, di Utara Paris, gila dah. Dengan menyeret koper sepanjang 1.5 kilometer, setelah turun dari stasiun metro, berkeliling kota asing, bertanya dengan bahasa Perancis yang masih terbatas, diiringi tatapan penghuni setiap rumah yang dilewati dan kebanyakan imigran campur aduk, India, Irak, Turki, Africaans yang badannya raksasa, sementara aku kecil mungil. Kelihatan banget kan orang asing Asia, di tengah sekumpulan orang raksasa itu. PD aja lagi walau siap siap kalau harus karate kids.

Setelah ketemu hotelnya semuanya harus dalam bahasa Perancis, jadilah nggak pake Inggris. Lancarrr … Selamet dapat kamar. Istirahat deh. Dan pergi mandi.Tapi pas lagi mandi. Airnya banjir melimpah kemana mana hahahahaha. Wah panik lah aku tuh semua handuk aku pakai buat lap dah. Giliran mau istirahat malahan jadi pembokat dadakan di negeri orang beresin kamar mandi. Hahaha.

Masih banyak pengalaman dengan hotel dan penginapan lainnya yang juga berkesan. Cuman berhubung jariku sudah pegal terpaksa diakhiri dulu ceritanya ya..

Salam