Ada yang hilang di negara manapun aku mendarat dan berbaur baik di Asia, Eropa, Afrika maupun Amerika. “Sehnsucht” atau “Heimatlosigkeit” bahasa Jermannya … Apa ya ? “Longing” dalam Inggris.
Seindah2nya negara orang sedekatnya orang2nya, ada perasaan kangen terhadap budaya Indonesia kehebohannya, chaos, unstructured, penuh adegan sesuatu yang tak diharapkan tiba2, kejutan, tidak terencana seperti di Jerman yang sangat well plan … Atau di Jepang yang semua ditulis rinci dan detail. (ngomong2 gue menemukan agenda super ajaib di sini nanti cerita lain deh).
Budaya mengakar kuat di diri kita yg mempengaruhi juga cara kita bertindak dan berpikir …
Susah ni psikolognya lagi keluar, orang mah jalan2 menikmati pemandangan ini malah observasi interaksi orang2 disini …
Noko atau stock opname istilah gue merupakan pembelajaran penting (selain belanjanya). Belajar banyak sekali cara mereka memperlakukan orang lain dengan tulus, dengan kegembiraan yang bukan dibuat2, bagaimana mereka bisa bangga dengan pekerjaannya walaupun nampaknya sepele, pridenya itu keluar otomatis PD ngadepin orang asing walau kagak ngarti ditanya apa hahaha. Bagaimana mereka branding suatu product, bagaimana mereka positioning suatu barang, penataan barang – lighting – warna dll, point of salesnya, marketing strateginya, bikin content iklannya, grafisnya, bagaimana membuat pelanggan bagai raja, bukan lagi di buku2 teori Consumer Behaviour itu mereka sudah jalan puluhan tahun dan terus dipoles… Harusnya pelajaran2 kuliah itu ya drpd di kelas suruh jalan jalan aja siswanya semua seperti kata R Khasali… Pembelajaran paling efisien ya dr alam sekitar bukan dr buku text semata … Bener tuh Montesori juga dengan pengalaman nyata lebih cepat memoerkaya wawasan. Gue lulus competency global accument ni ya Vina G. Pendit hahahahaha.