Cuaca ? Hmmm siapa yang peduli ?
Kalau yang ini pasti jarang sekali yang melihat atau mendengarkan di tv. Acara mengenai ramalan cuaca, bukanlah salah satu acara favorit buat dilihat.

Padahal kalau kita sering bepergian ke berbagai negara dengan cuaca yang berbeda-beda barulah kita bisa menyesal selama ini tidak pernah mengecek cuaca.

Jangankan di luar negri, di kota sendiripun kita cenderung abai dengan ramalan cuaca ini. Pernah tiba-tiba tidak bawa payung lalu terjebak di hujan deras entah dari mana ? Sampai akhirnya sakit karena kehujanan kuyup. Atau sebaliknya, kita mengira wah nanti hujan ini, jadi membawa jaket, payung dan lainnya. Eh tahunya sampai malam cuaca terang benderang.

Nah itu dia. Kalau di Indonesia cuaca tidak seekstrim di negara 4 musim atau subtropis. Pengetahuan cuaca ini berkaitan erat dengan pemilihan pembelian tiket dan juga pakaian.

Pengetahuan mengenai cuaca sangat berperan penting untuk menentukan kapan kita pergi ke suatu daerah, tanpa terjebak dengan tiket murah.

Lah kok berhubungan dengan tiket murah. Ya dong. Begini ceritanya. Sering kan dapat tawaran dari berbagai airlines ? Wah tiket murah ke suatu negara tujuan tertentu. Yang ada, waduh langsung kalap kita ambil itu tiket. Nah ternyata terkadang ada jebakan batman di dalamnya.

Tiket penerbangan yang terlalu murah ke daerah tertentu kadang-kadang ya memang murah, karena faktor tadi. Penerbangannya ternyata ke daerah yang saat itu cuacanya jelek. Contoh ya ke Hong Kong murah sekali di bulan tertentu. Tapi sampai disana lagi musim badai topan / taifun atau hujan petir yang petirnya nggak kira-kira banyaknya.

Ada seorang teman yang terjebak dengan penawaran seperti ini dan dia tidak mengecek cuaca. Sampai disana, boro-boro bisa keluar hotel, lah semuanya petir seliweran sama hujan badai kencang sekali. Akhirnya bepergian 4 hari, 2 hari habis di perjalanan pulang pergi (karena murah jadi harus transit dulu ke negara lain) 1 hari nunggu hujan badai petir, tersisa hanya bisa satu hari berkeliling.

Lainnya misalnya, memaksakan diri pergi di bulan-bulan Desember ke Amerika dimana seringkali ada hujan salju parah. Disana itu kalau sudah parah, bisa ratusan penerbangan di satu bandara dicancel semua. Iya kalau satu hari, kalau terjebak di bandara berhari-hari nah tuh dia. Jadi sangat penting kita memperkirakan kapan kira-kira cuaca akan memburuk. Pada bulan Juni misalnya cuaca bisa sangat panas di negara bagian tertentu sehingga banyak penerbangan bisa dibatalkan.

Ke Thailand misalnya, bepergian untuk menyeberang ke pulau-pulau tanpa memperhatikan ramalan cuacanya bisa berbahaya juga. Kita berpikir, wah itu kan negara tropis jadi bisa nyebrang kapanpun. Kenapa ? Karena ada saat-saat tertentu, lautan tidak bersahabat. Boro-boro mau menyeberang ke pulau, ombaknya saja sudah tingginya 2 meter. Selain itu walau negara tropis, ada saat-saat misalnya di Bangkok angin bertiup dingin sekali dan menyakitkan tulang. Kalau kita tidak tahu cuacanya,kita tidak akan siap menghadapinya. Dan akan jadi sakit pada akhirnya.

Di Eropa antara Eropa Utara dan Selatan suhu bisa berbeda drop jauh, juga antara Eropa Barat dan Timur. Kalau kita mengelilingi berbagai kota tanpa persiapan pengetahuan mengenai cuaca yang memadai, alamat bisa mati berdiri. Apalagi kalau ke daerah-daerah yang suhunya bisa ekstrim.

Misalnya kita membuat rute perjalanan dari Spanyol (yang biasanya lebih panas dari tempat lainnya sepertti Amsterdam Belanda) lalu mengarah ke Berlin Jerman, ke Denmark dan kemudian lanjut kembali ke Yunani, nah siap-siap mengecek cuaca setiap hari.

Itu perbedaannya bisa sangat ekstrim, saat kita kepanasan di Sevilla Spanyol misalnya, lalu terbang ke Norwegia suhunya bisa berbalik belasan derajat dingin sekali. Kalau kita tidak siap, kita bisa sakit, karena perubahan cuaca yang ekstrim.

Jadi, mari kita belajar selalu mengecek cuaca ya sebelum bepergian. Jangan dihafalin sampai khatam itu berita cuaca. Paling tidak kita sudah tahu ancer-ancer cuaca seperti apa disana selama kita berkunjung. Dengan demikian tentu saja pakaian yang kita bawapun akan menyesuaikan dengan cuaca tersebut. Dan juga kebiasaan di negara itu.

Lah kok sampai ke pakaian. Ya betul sekali, di beberapa negara memang ada etiket dan aturan tidak tertulis untuk berpakaian. Jangan mentang-mentang backpacker, lalu kita seenaknya berpakaian hanya kaos kumal dan celana pendek kemana-mana. Hehe… yang ada siap-siap menerima tatapan aneh dari orang-orang penduduk. Sebaiknya kita berpakaian sesuai dengan gaya busana setempat yang disesuaikan dengan cuaca.

Contoh ya, aku pernah kelupaan tuh pakai pakaian hanya membawa celana pendek, sepatu sandal dan kaos tipis ke Hong Kong. Tanpa memperhatikan cuaca di bulan itu. Mana kaosnya hijau cerah, lainnya merah, biru terang pula. Sudah nih ya, sampai dah di Hong Kong malam. Langsung ke hotel, beres-beres mandi tidur.

Keesokan harinya ya sudah keluar hotel dengan pakaian seperti itu. Begitu keluar … ala makjan … lautan manusia di Hong Kong bergerak dalam udara dingin dengan pakaian apa??? Abu-abu, nyaris seragam, dimana mana manusia berpakaian abu2, memakai syal, sepatu hitam, dan membawa payung. Maklum mendung dan dingin.

Alhasil jadilah kaya ulat keket warna hijau di tengah lautan manusia itu ahahahaha. Ajaib sendirian. Mana pakai celana pendek lagi … Aduh … itu mah da, langsung ngibrit balik ke hotel ahahaha. Nunggu sejam sampai jalanan agak lengang lalu ke toko terdekat borong baju abu-abu ahahahhaahhaa…

Penderitaan belum berakhir, malamnya udara turun 13 derajat, itu sih ya aduh biyung kedinginan menggigil, terpaksa noko lagi beli sepatu tebal buat udara dingin, long john (pakaian dalam untuk penghangat), kaos kaki tebal dan jaket. Kacau, gara-gara malas memperhatikan berita cuaca, salah kostum judulnya. Itu sepatu hanya terpakai sekali saja. Lah mau dipakai kemana di Jakarta sepatu berbulu hangat dalamnya. Mau dipakai ke supermarket beli tomat juga aneh. Hahahaa.

Nah jadi kebayang kan, kenapa penting itu si cuaca. Gampang kok, tinggal cek di google misalnya weather.com. Masukkan kota tujuan di negara tersebut, kapan kita perginya dan lihat cuacanya sepanjang hari bagaimana. Dalam smartphone kita juga biasanya tersedia weather appsnya. Nah coba saja disitu. Catat semua perubahan cuaca antar kota yang dikunjungi di Eropa.

Perhatikan iconnya, apakah matahari bersinar cerah, mendung, hujan rintik, hujan deras atau bahkan petir, atau hujan salju.
Jangan lupa lihat dalam 3 waktu, pagi, siang dan malam. Biasanya juga tersedia rentang antara dari berapa ke berapa cuacanya di waktu-waktu tersebut.

Nah kalau sudah dapat gambaran keseluruhan perkiraannya, barulah packing pakaian yang sesuai. Jangan semua dibawa ya… ada temanku yang ekstrim untuk jaga-jaga katanya, jaket dari mulai tipis sampai tebal dibawa semua, payung, syal tebal, topi winter. Tahu mau kemana tujuan wisatanya ? Ke pantai hahhahahaa. Gila dah tuh orang, entar kepinteran apa terlalu bloon. Saling takutnya sama cuaca semua pakaian dibawa. Hihihi … no wonder tuh kopernya berangkat sudah 15 kilo sendiri. Ehh..

Ada lagi teman wanita ini juga ekstrim, niat mau berenang dan berjemur di pulau luar negeri, di tengah udara panas. Boo… itu isi kopernya kaya dagang kosmetik, segala krim dari mulai krim mata, krim hidung, oles badan, krim sebelum berenang, krim setelah berenang sampai ka krim kaki biar mulus lengkap semua, belum termasuk pulasan lipstik, bedak, maskara dan lain sebagainya. Ini mau main lenong apa mau berenang? Heuleuh bingung aku lihat isi kopernya. Atuh baru ngepak bentar, setengah koper isinya krim. Hahhaha. Belum baju loh, masa ke pantai siap siap bawa high heels, siapa tahu pesta ketemu bule katanya, kan sekalian dugem. No comment aku mah. Begitu pergi bawaannya ekstrim 20 kilo, sampai pantai tuh koper dan isinya nyaris 90 persen tidak kepakai. Rasanya dia dah kesel mau buang tuh geret-geret koper ahahaha. Pulangnya pakai acara belanja, nambah berat kan tuh koper. Ahahaa.

Kembali ke pentingnya membaca cuaca, jadi ingatlah ini :
1. Cek cuaca dulu negara tujuan Eropa di bulan kita pergi (awas sekalian bikin rute yang jangan zig-zag).

2. Baru beli tiketnya.

3. Kalau dah kepalang beli tiket dahulu, cek cuacanya.

4. Packing baju dan aksesori lainnya sesuaikan dengan cuaca dan budaya setempat ya. Sesuaikan warna terutama supaya jangan menyolok di tempat tujuan.

5. Jangan semua isi lemari di rumah pindah ya, kalau tongkat golf dibawa padahal gak main golf ya percuma ahahaha. Satu temanku yang ektrim lainnya sampai mau bawa gergaji kecil. Eh gelo… itu mau renovasi rumah apa mau jalan-jalan. Itu gara-gara dia ketakutan tidak perlu katanya takut ada rampok. Wkwkwkwkw.

6. Packing yang terbaik selalu memperhatikan juga pakaian yang nyaman untuk dipakai dan sesuai, sebaiknya jangan terlalu berwarna-warni, meriah dan libet memakainya. Baju-baju berwarna netral untuk Eropa lebih bisa digunakan. Khusus wanita, tolong yang belajar mode dulu kalau Eropa bepergian, buatlah kombinasi pakaian yang nyaman dan enak dipandang. Jangan hijau kembang2, dicampur baju atasan garis2 horisontal, pakai celana bling-bling. Lalu semua warna tasnya merah, sepatu hijau, celana ungu. Dah wasalam nanti, jadi pusat perhatian. jangan sampai ya… buatlah pakaian yang netral dan hijab yang cantik, supaya tampil modis di Eropa. Jangan malu-maluin.

7. Jika bepergian beberapa negara yang berdekatan dalam waktu lebih dari dua minggu, kalau perlu buat di buku agenda catatan perkiraan cuaca yang ada di suatu tempat dan sesuaikan packing pakaian dengan cuaca itu. Penting lho daripada salah kostum, lalu mati kedinginan, atau malahan kepanasan seperti sauna. Ke Spanyol misalnya pakaian tidak perlu tebal-tebal karena panas sekali disana. Tapi kalau menyebrang ke Norwegia, ya siap-siap dengan baju tebal.

8. Payung tidak selalu diperlukan, karena heboh bawanya. Kalau bisa carilah payung khusus travel yang berukuran kecil masuk tas tangan. Lebih baik lagi, bawalah topi yang bisa dipakai kapanpun untuk melindungi cuaca panas dan hujan.

9. Terutama wanita, berpikirlah praktis, jangan semua dibawa (walau susah). Lebih baik bawa pakaian 2-3 potong dan sisanya beli di tempat tujuan, karena godaan belanja biasanya. Daripada bawa koper penuh, tidak terpakai isinya. Dan ingat sekarang dimana-mana ada laundry kilo dan koin, jadi praktis saja tiap tiga hari cuci masuk mesin cuci. Tidak usah bawa pakaian untuk berminggu-minggu. Rata-rata orang Indonesia belum bisa packing pakaian dasar. Lihat artikelnya banyak di packing ini

10. Belajar memadu padan pakaian sesuai dengan cuaca di negara tujuan. Mempunyai warna-warna netral seperti putih, abu-abu, hitam baik untuk atasan maupun bawahan, serta sepatu tertutup hitam, akan sangat membantu kita saat bepergian. Kalau ke negara pantai sih boleh menyiapkan diri dengan pakaian berwarna yang lebih berani. Catatan : negara seperti Perancis melarang memakai pakaian renang burkini / yang tertutup semua. Jangan maksa ya, yang ada nanti didenda. itu negara orang lain, jadi hormati hukum mereka.

11. Belajar membuat layer / lapisan baju, sehingga kita bisa mengepak sedikit tapi bisa dipakai saat di musim dingin juga.

12. Di negara-negara dengan 4 musim, kalau bisa perhatikan berita, biasanya ada di stasiun kereta, mrt selalu ada monitor tv yang terus menerus menyiarkan cuaca hari itu dan berikutnya. Atau rajin mengecek si google, sehingga apabila ada perubahan cuca mendadak, kita tidak terjebak.

Nah selamat jalan-jalan dan jangan lupa selalu mengecek cuaca ya …