Eropa, benua penuh pesona dengan berbagai budayanya yang beragam, sungguh menarik hati untuk dikunjungi.

Namun masih sangat sedikit blogger yang membahas mengenai Eropa dari berbagai sisi. Kebanyakan hanya membahas pengalaman dan foto diri di Eropa. Iyeeee kita juga  sudah  tahu dikau dah sampai sana hahaha. Cuma informasi nya kadang kurang berimbang ya … itu mau pamer diri atau mau memberikan pelajaran ke orang lain supaya mereka bisa mandiri ke Eropa ya?

Biasanya postingan yang dianggap wow adalah sebagai berikut :
1. postingan yang show off dengan biaya gila-gilaan di luar nalar murahnya (eh ternyata gratisan numpang di orang, kadang jarang makan sampai kelaparan… idih gitu mah aku mau nginep 2 tahun juga mau), atau
2. sekalian posting semua yang bermerek hasil beli di Eropa ditempel di badan, yang penting gaya (padahal hasil berburu diskonan last season sale atau malahan vintage / barang bekas wkwkwkw), atau
3. kalau perlu posting diri dah di semua tempat, sampai pusing yang liat fotonya juga, sampai-sampai tetangga sebelah yang ikut lihat foto komen, ini orang sebetulnya security tiap gedung sana apa bukan. hahahaa…

Nah pernah baca postingan begitu ? Ya biarkanlah mungkin karena pada baru jalan ke Erofa kali ya.

Si om Joe ini mencoba dah sekarang memberikan berbagai informasi mengenai Eropa. Moga-moga nanti fotonya, tidak terjebak untuk tampil di tiap pengkolan yaks hahaha. Nanti pembaca stroke lihat muka aku terus dimana mana.

Jaman dulu bolak balik kaya setrikaan kesana, mana kepikiran ditulis ya, apalagi motret. Dimulai dari 1998 loh, sudah terjebak disana. Beneran terjebak nyaris tidak bisa pulang di Austria, karena pergi saat reformasi. Pulang kejebak di Hong Kong juga tidak ada flight ke Jakarta selama dua hari karena kerusuhan masal bakar-bakaran di Jakarta. Idih mules beneran di negara orang itu, tanpa kepastian bisa pulang apa nggak.

Hedeh, yang penting kan menikmati jalannya, pengalamannya bukan di setiap setopan belokan difoto ya.

Boro-boro motret, kelalang keliling lihat dari mulai toket bergoyang di red district Amsterdam sampai ka istana Versailles aja udah mabok, terkagum-kagum sama Eropa (apa ama toketnya wkwkwkw)

Nggak ada matinya.

Kalau nggak jauh dan nggak ngurus visa sih yang libet itu sih, maunya tiap tahun ke sana.

Seluruh penjuru Eropa itu unik dan mengesankan. Zig zag di Utara akan berbeda rasanya dengan di Selatan. Juga di Timur dan Barat. Selalu saja menemukan hal yang ngangenin.

Eropa mahal ? Iya. Apalagi kalau yang tidak tahu atau pertama kali. Bisa murah ? Iya bisa juga, tinggal kita cerdik memanfaatkan berbagai fasilitas yang sebetulnya sudah tersedia.

Rute ? Hmmmm banyak yang terjebak, Eropa tuh yang semua orang jalan ke situ lagi kesitu lagi. Mount Titlis lagi Mount Titlis lagi. Menara Eiffel lagi, situ lagi. Pulang … kelar bisa bilang aku udah ke Eropa. Hehehe… Kadang cuma naik bis berhenti sebentar 1/2 jam, antar tempat foto juga gak apa-apa, yang penting aku sudah sampai Eropa. Hahaha.

Tour ribuan dollar itu kadang suka gila juga, ditulislah banyak-banyak kota, lah sampai sana iya cuma lewat jalan tol doang di kota itu, berarti dah sampai di sana. Qiqiqiq. Nah itulah pengalaman kebanyakan orang kita ya. Padahal kalau mau bercapek-capek nyusun sendiri pasti akan lebih seru.

Sekali-kali, jalanlah sendiri di pelbagai kota Eropa tanpa tour. Yakin lebih berkesan. Kalau perlu carilah teman orang lokal untuk mendapatkan pengalaman otentik.

Btw kadang selera orang sana aneh juga, aku pernah tinggal di teman orang Jerman, dibawa wisatanya kemana ? Aku pikir asik ni lihat kota, eh dibawanya ke … bekas pengolahan baja.

Wkwkwkwkw. Langsung sakau dah nggak liat mall. Hahahahaa duh model kaya aku dibawa ke tempat bekas pengolahan baja ngapain ya, lihat banyak mesin karatan teronggok disana sini. Mending Disneyland gitu, ini pengolahan baja. O em jiii…

Eropa itu bukan hanya sekedar Menara Eiffel, Menara Pisa dan menara lainnya. Ada banyak ribuan tempat menarik yang bisa kita kunjungi sesuai minat.

Nggak percaya ? Ni ya beberapa di antaranya.

Suka wine ? Ya jangan ke kota besar, ambil rute ke perkebunan-perkebunan wine di Perancis atau Italia, coba nginep disana, sekalian uji coba dari mulai memetik anggur, mengolahnya sampai belajar mencium bau wine. Nah kan seru ?

Suka melukis ? Daftar saja ke berbagai kelas lukis private di Italia misalnya, seru lo… ada yang pakai nginep barengan, ada yang digabung dengan acara naik sepeda ke pedesaan dan melukis berbagai bangunan disana, atau bahkan digabung kelas belajar bahasa dan belajar masak! Nah seru pakai banget kan.

Suka dengan cerita horor ? Cari komunitasnya disana dan bergabunglah uji nyali ke tempat-tempat seram, baik kastil, kuburan, istana, rumah tua, ladang tak terpakai, grotto dsb.

Ada begitu banyak pilihan disana yang bisa disesuaikan dengan minat kita, tanpa harus cuma foto mejeng di depan Vatikan misalnya, depan tiang lampu pula hahahaa.

Ada tapinya ya, itu loh ke Eropa yang jauh itu kita perlu berbagai persiapan yang matang. Beda banget sama pergi ke Singapore atau Kuala Lumpur.

Jadi karena itulah aku putuskan ok dah aku akan buat serangkaian artikel untuk mempersiapkan diri kesana, dari mulai aplikasi visa, membuat rute, mengenali berbagai transportasi, budgeting di sana, mempersiapkan biaya kesana dan lainnya.

Selain itu, akan ada serial tulisan berbagai tempat wisata, perbelanjaan, rute transportasi, perbandingan transport bus – kereta – pesawat di Eropa, bertualang dengan Eurailpass, membuat itinerary dan rute, dan masih banyak lagi …

Itu maklum ya masih banyak orang di Indonesia mikir antar kota di Eropa itu deket, Paris Ke Rome itu kaya naek angkot dari Jakarta ke Bogor Parung. Hahaha.

Hedeh, tah eta makanya kudu bisa baca peta ya. Banyak yang buta Eropa, jarak sejempol di peta dipikir jarak pendek, padahal kalau naik kereta saja bisa 12 jam.

Tidak jarang pula ada saking bersemangat 45 nya bikin itinerary seperti ini : Berlin, Paris, Lisbon, Frankfurt, Brussel, Rome. Wuihhh keren ya. Aku yang baca rutenya stroke langsung. Hahaha.

Eh cintaku, itu mau loncat kodok cepet sampe antar negara begitu? Hahaha. Itu biasanya gegara korban iklan, nggak cek lagi tuh kota ada dimana.

Kalau tahu itu, bagaikan jalan dari Jakarta ke Medan nyebrang ke Papua balik ke Semarang loncat ke Banjarmasin lalu ke Bali, baru gegar otak kali itu orang. Hahahaha…

Nah kan makanya perlu kan dibantuin sama artikel-artikel tentang survival di Eropa itu. Jadi jangan lupa ikuti terus tulisannya mulai besok.

Semoga bisa sehat dan tetap menulis ya …

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya