Wah kalau kita ke luar negeri di negara-negara maju, salah satu hal yang menarik hati adalah berjalan kaki. Disana tempat berjalan kaki itu asik sekali. Tidak usah naik turun trotoar bergelombang yang tiap 6 bulan diganti (biar ada project tuh perusahaan negara), tidak usah berjibaku lawan kaki lima yang kadang lebih galak daripada para pejalan kaki, belum melawan motor yang tiba-tiba ikutan naik motong arah, belum lagi pangkalan pengemis. Wah pokoknya di Indonesia seru dah. Harusnya biro-biro tour di Indonesia itu jual paket ketabrak di trotoar. Hehehe.
Di Osaka beberapa bagian trotoar yang dibeton juga ditanami pohon-pohon yang dihiasi lampu-lampu serta pajangan. Senang melihatnya. Kalau di Indonesia seminggu tuh pohon gundul kali hiasannya raib.
Di Bangkok kita akan menemukan skybridge dimana mana. Dan bukan skybridge abal abal hanya lempengan lembaran seperti di jalan-jalan busway. Skybridge disana betulan dibuat seperti jalan layang dengan koridor tertutup yang tidak tampias kehujanan. Jadi seperti jalan di jalan biasa cuma ada di atas. Serunya lagi terintegrasi antara beberapa tempat wisata. Jadi kalau kita ingin berhemat tidak mau naik mrt,ya tinggal memilih berjalan di skybridge itu. Awas ya berjalanlah di kanan, nggak seperti di Jepang labil … Kadang di kiri kadang di kanan.
Di beberapa tempat seperti di daerah Siam Square, kini disambung ke arah MBK (Ma Bong Krong), dan Gaysorn serta Central Chitlom (bagi yang belum kesana itu nama nama area departemen store yang gila-gilaan besarnya dan sangat populer buat wisatawan). Di bagian atasnya (jadi itu jalan dua tingkat) melayanglah BST (semacam kereta mrt Bangkok). Lainnya lagi kita juga bisa menemukan Skybridge yang mengelilingi Victory Monument).
Kalau di daerah sini lebih seru, masih ada pengemis di beberapa tempat dan beberapa pertunjukkan musik jalanan. Musiknya kebanyakan tradisional Thai. Di Skybridge tersebut, di bagian masuk ke stasiun-stasiun mrt, biasanya berderet toko-toko cantik. Kadang-kadang jualannya juga ajaib sedikit. Toko BH bagus-bagus yang berkualitas banyak yang buka toko di situ. Kadang suka mikir itu cewe thailand bhnya putus tiap minggu atau apa ya, mau-maunya beli BH di stasiun kereta. Hahaha. Makanan jangan tanya, juice, waffle, kue banyak tersedia. Di Salah satu Skrybridge menuju Chatuchak, di stasiun Mochit, ada penjual waffle superrrrr enakkkk… Waffle di Grand Indonesia 15.000 disitu bisa dapat 4, hmmm jadi kangen bangkok.
Kalau di Indonesia tepatnya Jakarta, sky bridge terpanjang adalah di Semanggi. Ada cumanya. Bisa dibilang skybridge di Jakarta itu sebetulnya didesain untuk pengganti wahana di Dufan. Coba saja, hujan besar sedikit orang-orang yang berjalan di jalur-jalur menuju halte busway bisa dipastikan mandi basah dan dengan risiko terpeleset karena licinnya mana tahan. Jadilah kalau hujan kita harus berjalan padat merayap dan berpegangan ke pinggir dengan risiko mandi basah tadi. Yang ada sampai kantor bukan keren lagi ah. Kuyup sih iya…
Perlu dipikirkan itu biaya tambahan make up dan salon bagi para wanita pengguna busway. Musim hujan jadi harus kalkulasi tuh ibu-ibu. Tiket sih 3.500 ya… Pp 7.000 tapi risiko kehujanan jadi ada biaya plus plus, coba ya perawatan salon 200.000, beli sepatu baru 300.000, beli baju baru rusak 200.000 hahahhaa. Jadi judulnya lebih baik naik taksi ya ? Lebih murah kan. Eh belum lagi risiko masuk angin ke dokter 300.000 lagi deh. Kalau kepeleset lebih wasalam lagi jutaan tuh, risiko apalagi yang ngantor pakai high heels.
Hujan besar minggu lalu, menyetir mobil di Jakarta sudah tidak mungkin dah, mau terjebak macet berjam-jam? Duh nggak deh. Akhirnya mobil kutinggal di apartemen, dan kemana mana naik GRT (itu kebanggaan Jakarta lagi, disini punya Gojek Rapid Transway sebagai ganti Monorail yang mangkrak nggak ketentuan rimbanya, very efficient). Perjalanan pulang dalam keadaan hujan deras, aku salah naik busway, harusnya menuju ke arah bunderan HI (namanya ajaib ya bunderan, lah kalau nemu lapangan kenapa nggak disebut kotakan ya ?) Eh malah naik ke Semanggi. Jadi untuk pertama kalinya berjalanlah di skybridge terpanjang di Indonesia…
Waduh eta mah so dangerous ibu-ibu .., begitu keluar dari halte naik ke atas itu pintu keluar hanya muat orang satu. Lah kok dibikin 2 arah ya ? Siapa itu yang desain ? Nggak ngarti ergonomi atau budgetnya buat ukuran 2 orang lalu dipotong setengahnya hingga dapet tambahan uang berkah? Lalu di tengah-tengah hujan deras mulailah perjalanan berjuang melawan kegelapan. Hari tampak gelap gulita (ya iyalah lah jam 8 malem gitu loh), Disertai angin kencang menerpa pipiku yang menggemaskan (hihihi), petir menggelegar bertautan (duh hari itu memang gawat), serta percikan air ( tepatnya disiram kali ya bukan lagi diperciki), diikuti dengan lolongan serigala mengintai (salah ya… Mana ada serigala di semanggi hahahaa) aku berjalan pantang mundur naik ke wahana terbaru “Jakarta World Studios”. Iya loh beneran serasa antri mau naik jet coaster. Mana tinggi loh.
Sekali lagi yang desain itu memang patut dipertanyakan. Itu arah naik, masuk dulu ke jembatan semanggi, habis itu eh berliku liku seperti kehidupannya Koes Plus, naik berbelok-belok menyusuri depan Semanggi Plaza (nggak ada tuh yang kepikir desainernya disambung saja ke Semanggi Plaza ya). Gila tuh terbayang kan dengan jalan sempit tampias disiram air hujan kirim kanan, dibuat pula curam dan panjaaaaang pisan walaihi salam. Mau pakai payung tidak bisa pegangan, kalau pegangan kehujanan. Pokoknya benar-benar tak kalah menegangkan dengan wahana Dufan deh. Eh, di tengah tengah beberapa tempat plus ditambah ekstra genangan air, jadi pilihannya kita nyemplung ke genangan tersebut atau loncat bagi yang mau uji nyali. Tidak hanya satu tapi belasan. Hebat dah. Kalau loncat risikonya kita akan meluncur ke bawah karena jalur turun begtu curam. Habis jalan keren (terpaksa deh dikerenin, habis bingung mau dikasih istilah apa) derita tiada akhir … Jalan menuju ke arah Benhil itu curam dah … Risiko terpeleset sih jangan ditanya … Sempat terpikir wah kayanya kalau sering lewat sini harus beli kereta luncur salju itu loh, hahahahhaa kan lumayan menghemat tenaga bisa luncur-luncuran dan selfie made in Jakarta. Nggak usah pakai salju, yang penting foto meluncur di jembatan. Nah gak ada kan dimana mana. Potensi tuh buat Pariwisata DKI. Atau buka sewaan itu kereta luncur disitu lumayan loh.
Jadi itu jalan saat hujan lebat di Skywalk Bridge Tour itu 30 menit kali. Empati dah buat orang-orang yang setiap harinya berjuang naik-turun di rute ini. Btw itu semua lift ngapain dipasang ya di beberapa halte busway? Nggak pada nyala juga. Tuh tipikal orang sini, yang penting ada kagak bisa makenya mah gimana entar hahahhaa.
Di Odaiba Tokyo, situasinya berbeda. Itu skybridge betulan seperti jalan layang bebas hambatan, luassss bener dah. Selain dibuat dengan beton dan diaspal, lebarnya ada kali 50 meter. Bagi yang capek naik turun disediakan lift yang berfungsi bukan sebagai pajangan. Asik betul buat pejalan kaki. Karena jauh jauh jaraknya jangan sampai salah turun atau belok disini, karena kalau salah kita akan balik lagi menyusurinya sampai ke arah yang benar dan itu jauh. Mungkin karena takut ada yang bunuh diri, jadi semua bagian di pagar tinggi.
Nah ngomong-ngomong Bandung mau dibuat Skywalk ini. Semoga segera terlaksana ya, bukan hanya wacana. Happy day…

Photo via 1