Saat perjalanan menuju Asakusa Temple, aku berhenti untuk berpindah kereta di stasiun Ueno. Wah ternyata stasiunnya asik juga. Banyak toko disini dan kalau kita keluar dan menyeberang jalan maka kita akan menemukan satu departemen store besar juga. Di stasiun Ueno ini berbeda dengan Shibuya. Dia lebih terlihat luas dan lapang dengan plafon tinggi dan kaca kaca, mirip dengan stasiun Kota di Jakarta. Bedanya tentu saja kebersihannya, keteraturan dan disiplin penumpangnya, serta otomatisasi mesin pembelian tiket. Disini juga tersedia Information Center, petugasnyapun bisa berbahasa Inggris dengan baik.
Hati-hati terjebak di sini … Jika kita keluar ke arah kiri maka kita bisa melihat ada Asakusa … Ternyata itu adalah jalan keluar di daerah ini tapi belum masuk ke Asakusa Line untuk menuju ke Temple. Kita harus masuk lagi ke stasiun di bawah tanah. Jadi setelah keluar dari Stasiun Ueno berbeloklah ke kiri, carilah Asakusa Line, turun ke bawah dan temukan pintu masuknya. Ingat ya bukan keluar ke arah kiri tapi turun lagi ke bawah tanah ! Jika tersasar ada petugas yang selalu siap sedia di sana untuk memberikan informasi, sayangnya disini mereka biasanya tidak terlalu fasih bahasa Inggris. Bahasa tarzan menjadi pilihan. Atau sekalian bertanya dalam bahasa Jepang … Mudah kok … Nanti baca ya trik khusus berjalan-jalan dan bertanya dalam bahasa setempat untuk menanyakan arah …
Di bawah, perjalanan menembus labirin bawah tanah cukup membingungkan juga … Untungnya, ada tulisan Asakusa Temple dimana mana … Ikuti petunjuk tersebut sampai ke tujuan.
Ternyata di daerah ini pula terletak museum nasional alam dan ilmu pengetahuan. Letaknya yang ‘tidak jauh’ dari stasiun menurut orang Jepang (ternyata sama saja dengan di pedesaan di Indonesia, yang namanya tidak jauh itu cukup membuat kehabisan nafas dan berkeringat). Kira-kira museum ini seperti museum geologi Bandung. Bedanya di museum geologi lebih memfokuskan diri kepada perkembangan keadaan geologis di Indonesia, di Jepang mereka banyak menampilkan display berbagai hal dari mulai panda pertama di Jepang, sampai kepada replika pesawat terbang mereka.
Di stasiun Ueno ada toko roti yang enak sekali rasanya, tekstur rotinya lembut dan asoi di lidah. Wajib deh kalau lewat disitu beli dan makan roti di situ. Selain itu mereka menjual sandwich dengan berbagai aneka rasa dan potongan besar. Dengan harga besar pula. Kita juga bisa memilih macam-macam juice siap saji. Aku hanya mengambil 2 potong roti keju dan satu lagi apple pie juga satu botol juice. Kira-kira habis ¥ 700. Btw di Indonesia juga ada loh toko roti seenak di sini, di Bali Ubud tepatnya. Hanya satu toko roti seperti itu di Bali. Ya di Bali ada toko roti Jepang yang kejunya mencair di mulut. Slurrppp … Enak sekali. Jadi pengen ke Bali ni hehehe. Letaknya di Ubud namanya Kakiang Bakery and Cafe di Jalan Raya Pengosekan di Ubud. Selain roti, di situ juga es krimnya enak.
Starbucks juga ada di stasiun Ueno ini. Gerainya luas juga. Gabungan antara bentuk kuno dan modern. Maksudnya si stasiunnya kan kuno tapi si tempat duduk dan suasananya dibuat modern, jadi lucu juga. Cuma kalau aku, selain nggak terlalu demen Starbucks, juga mikir, ngapain pula jauh jauh kemana-mana kalau hanya keluar masuk Starbucks. Di Indonesia saja banyak. Kan masih banyak kafe tradisional dengan berbagai penganan tradisionalnya. Lebih berkesan dan lebih japan japanan.
Ngomong-ngomong tuh stasiun berarwah dah … Pas aku cek di google yaks bener sudah dibangun dari jaman nenek nenek ketiban onta loh. Aku baru tahu hari ini, sementara kalau perasaan berarwah itu sudah dirasakan sejak masuk keluar ke pelataran Ueno dan daerah stasiun bawah tanahnya. Ternyata itu stasiun pembukaannya Juli 1883. Ya oloh ya robi pantesan aku merinding agogo di stasiun ini. Sebagai indigo kan suseh kalau lewat lewat tempat beginian, ada aja pemandangan dunia lain yang dirasakan. Tuh kan bener 1923 hancur karena gempa besar ambruk seambruk ambruknya. Waduh jadi perasaan masuk dunia lain bener dong disini … Hiiiii… Kebayang itu ribuan korban mati di dalamnya. Pantesan juga aku nggak enak hati masuk stasiun bawah tanahnya line ke Asakusa. So old, so dark power gitu loh. Serasa dementor ala Harry Potter berkeliaran disitu. Tahun 1927, disitu dibangun jalur kereta api bawah tanah pertama di Jepang menuju Asakusa. Bukan nakutin ya, kalau nggak sensitif sih ya gak papa kali, kalau aku inilah satu lajur yang paling nggak enak hati jalan di Jepang. Susah neranginnya, kecuali ngalamin sendiri. Pernah gak ngalamin ke satu tempat yang rasanya aneh, nggak enak dan merinding, nah kira-kira gitu perasaannya. Ada satu belokan bercabang 3 wah situ mah top dah. Arwah deh semua plus jeritannya. Udah ah loncat cerita lain ya. Entar pada pingsan baca bagian ini.
Ada juga toko bunga cukup besar yang memajang bunga-bunga cantik disini, selain toko oleh-oleh dan supermarket. Nah kalau lapar-lapar mau berhemat masuklah ke supermarket biasanya mereka menawarkan sampel makanan. Namun saat itu tidak hoki, yang ditawarkan adalah asinan bawang dan kimchi… Wah ampun dah boro-boro kenyang makan sample makanan, yang ada kembung nanti perut. Kentut di kereta mrt kan parah hahaha. Ssst… Btw aku pernah kentut juga di kereta mrt Bangkok. Untung nggak terlalu banyak orang jadi habis kentut melarikan diri ke sudut lainnya. Qiqiqiqq biarlah sudut lainnya cukup menderita dengan semilir wewangian surgawi. Paling pada ngomel dengan tang ting tung bahasa thainya.
Kalau kita melangkah keluar stasiun, seven eleven ada disini dengan outlet yang cukup besar. Senang juga masuk disini dan membandingkannya di anatara berbagai negara. Yang pasti banyak makanan Jepang disini, dan banyak barang import seperti sabun dan shampoo yang mereka pajang disitu.
Tujuan ku sih sebetulnya satu, mencari Loft cabang Ueno, karena cabang Shibuya sudah khatam. Oh letaknya ternyata mudah tinggal menyebrang dan masuk ke departemen store namanya OIOI. Nah tuh departemen store kita baca oi oi pada gak ngarti orang sana. Tahu bacanya apa ? Eh beda langit sama bumi, itu bacanya Marui. Pantesan aja pertama kali nanya si oi oi itu pada wakarimasen wakarimasen hahaha, ternyata aku yang bego salah baca. Lagian itu tuh toko ngapain pula nulis judulnya dan cara bacanya beda, musingin orang aja. Jadi jangan salah ya baca Marui, bukan oi oi. percuma diprotes, tuh departemen store udah puluhan tahun berdiri, jaman di kita masih warung si mbok, lah di Jepang sana udah bertebaran Seibu Sebapak.
Pantesan jaman baheula mereka bisa jajah kita ya … Otaknya udah kejauhan … Sini masih ribut lepas dari Belanda lalu kota-kota masih bentuk kampung, mereka kereta aja udah bikin jalur kemana mana. Eh tau nggak sebetulnya kita perkeretaan juga dah jaman rikiplik dibangun loh, 1876 tepatnya. Cuma dulu gunanya bukan buat ngangkut orang tapi ngangkut hasil CultuurStelsel alias Tanam Paksa. Baru mulai selanjutnya dipakai untuk kereta orang. Gila juga jaringan kereta kita itu hampir nyaris seluruhnya yang di Jawa itu dibangun bangsa Belanda, sampai saat ini. Kalau nggak ada mereka mah, waduh sampai sekarang kita masih asik naek andong kali. Beneran inlander males mikir. Iya loh negara segini luas ganti presiden berapa kali masa jalur kereta tetep sama dengan bikinan Belanda tahun 1876.
Makanya jangan lupa belajar dari luar buat dibawa kesini ilmunya, makanya suka gagal paham kalau denger jaman sekarang orang masih takut jalan keluar negeri dengan seribu alasan. Lagian di sini mah keluar negeri teh buat gaya, atau kalau nggak buat belanja hahaha (gue ikutan deh kalau yang belanja). Ya kemarin ngajar juga di satu rumah murid, saking kegilaan japan mania tuh si babeh pp ke jepang tiap bulan, yang lebih seru minggu terakhir aku ngajar, di ruang tamu sepuluh dus kali ada fresh from the oven dari Jepang. Aku tanya anaknya itu apaan sih ? Kata anaknya itu camilan dari Jepang dikirim pake cargo. Gila camilan doang dikirim pake cargo. Hahahaa.
Tapi lama lama bolak balik kaya setrikaan aku malah seneng mikir, itu loh holistik heuristik totalismus longevity kuntul baris, metode observasi dan wawancara, liatin budaya dan kebiasaan orang-orang di berbagai negara. Kadang ada yang ajaib, atau di negara kita malah yang ajaib menurut orang luar. Seru dah.
Udah ah nanti ditegor kepanjangannn, lah bawaan orok soalnya kalau cerita nggak bisa pendek…
Sampai cerita selanjutnya