Tantangan pertama ketika kita tiba di Jepang adalah bagaimana cara membaca peta mrt dengan cepat dan tidak tersasar. Biasanya hari pertama setelah perjalanan jauh 7-12 jam yang ada kita tidak fokus untuk bisa membaca peta ada, apalagi kadang-kadang keterangan bahasa Inggrisnya sedikit sekali. Yang ada baru sampai udah kesel duluan, capek disodorin peta ruwet, mana harus geret koper kemana mana sendiri, belum lagi jet lag, wah campur aduk deh. Makanya itu aku kasih tips ya untuk membaca rute mrt di Jepang dengan cepat. Kita harus tenang, duduk dan membaca perlahan jangan terburu-buru karena kalau sudah nyasar tidak banyak orang mau merespon dalam bahasa Inggris, Mereka umumnya menjawab dalam bahasa Jepang. Hihihi. Untung aku sih bisa bahasa Jepang, jadi selamet kalau nanya.
Berikut ini ada beberapa tips untuk menguasai peta membaca mrt yang cepat.
1. Mintalah peta versi BAHASA INGGRIS di informasi yang tersedia di dekat pintu keluar kedatangan tiap bandara. Jangan main ambil lihat dulu, jangan jangan dikasih bahasa Jepang bisa sakit kepala nanti. Jangan lupa tanya dimana bisa beli kartu Pasmo / Suica. Biasanya agen JR ada di dekat situ dan mereka menjual kartu Pasmo / Suica.
2. Duduk, buka peta dan biasakan mata dengan keruwetannya yang bikin jereng mata. Udah kecil-kecil, penuh dengan aneka warna dan tulisan kanji, Inggris, plus warna lainnya. Jangan takut sebetulnya gampang kok. Kuncinya : Tandai cepat / lingkari Stasiun-stasiun besar di jalur hijau alias di JR line. Hampir semua daerah wisata akan terletak di jalur ini. Rutenya membentuk lingkaran. Kita biasanya hanya menggunakan bentuk U saja bolak balik dari kiri ke kanan. Paling gampang untuk Tokyo LINGKARI INI : SHIBUYA, SHINJUKU, SIMBASHI, GINZA, ASAKUSA, AKIHABARA, UENO. hampir semua yang mau kita lihat ada di rute tersebut.
3. Lihat hotel kawan ada di daerah mana. Lingkari stasiun terdekat. Kalau masih bingung tanyakan ke Information.
4. SUPER PENTING : tanyakan EXIT / PINTU KELUAR YANG MANA. Satu stasiun kadang-kadang mempunyai puluhan pintu keluar yang berjauhan satu sama lain. Itu fatal kalau kita tidak ingat. Aku seringkali nyasar karena terlalu bersemangat lihat pemandangan. Kalau perlu saat berangkat dan saat pulang foto itu line dan pintunya supaya kalau pergi lagi tidak tersasar. Ginza exit 1 dan exit 9 bisa jadi di ujung satu blok mana, sementara yang satu ada di sisi kota yang lainnya. Ginza exit 8 dan 9 di peta dekat ternyata mencapai jarak bisa 1 km. Jadi jangan sampai tersasar ya.
5. Lihat di sebelah kanan bawah peta biasanya ada keterangan WARNA LINE YANG BERBEDA-BEDA. Kuning, hijau, merah, pink, biru, ungu wah segala rupa deh. Jangan panik liatnya ya dibaca satu-satu. Kenali nama line dan PERHATIKAN STASIUN UJUNG SATU DENGAN UJUNG LAINNYA. Jangan sampai salah naik rute kita akan ke ujung yang mana nah ke arah sanalah kita naik, jangan sebaliknya. Kalau sudah capek biasanya kita nggak sadar bisa salah ambil arah kebalikannya. Yang ada semakin jauh dari tujuan.
6. Udah aminul yakin pasti dengan rutenya baru cari counter penjual Pasmo / Suica. Kartu itu adalah kartu isi ulang seperti Flash BCA. Daripada kemana mana sinting beli tiket dan dapat receh sekantong dan pusing dengan nuker2 uang, lebih baik pakai kartu ini. Biasanya pertama sekitar ¥3.000 (kira-kira 420.000) cukup untuk berkeliling 2 hari. Hehe kok mahal, ya jangan bandingkan naik busway disini 3.500 ya. Rata-rata orang sana menghabiskan biaya bulanan 40-60 juta. Jadi ya sesuaikan dengan karcis mrtnya. Mendingan lah daripada naik taksi ke pusat kota. Haneda – Tokyo taksi memakan ongkos sekitar 1.300.000- 1.500.000. Narita – Tokyo bisa 2.500.000-3.000.000 SEKALI NAIKKKK.. Harga yang sama berkisar sekitar itu di kota-kota besar dunia lainnya. Bandara – Hongkong aku pernah membayar 2.000.000. Paris to CDG sekitar 3.000.000-4.000.000 dengan taksi private. nanti di cerita lainnya itu, dimana aku nyaris ketinggalan pesawat, terdampar di daerah bronx Paris sampai akhirnya dapat taksi. Ya sudahlah, untung selalu siap sedia dana darurat. Makanya budgeting 2x lipat itu penting ya.
Makanya naik mrt sajahhhh. Oh ya Pasmo Suica ini bisa dipakai bukan hanya di Tokyo tapi juga di kota-kota lainnya, juga bisa dipakai membeli jajanan di minimart. 10 hari Tokyo-Osaka saya menghabiskan ¥ 10.000 hanya untuk MRT (tambahan ketinggalan … Dan makanan di Familymart). Ini linknya untuk kartu Pasmo : http://www.pasmo.co.jp/en/ dan ini untuk Suica http://www.jreast.co.jp/e/pass/suica.html. Simpan ya.
7. Setelah beli Pasmo, datanglah ke mesin tiket automatis untuk mengecek rute dan isinya. Lalu masuklah ke stasiun yang dituju. Nah dimulailah perjalanan.
8. Saat kedatangan jangan lupa EXIT PINTU MANA Ya… Jangan salah turun… Beda satu nomor kita bisa muter balik berkilometer judulnya, apalagi kalau daerahnya besar.
Ok selamat bertualang… Sayonara..