Bagi para penggemar kertas di Indonesia, sulit sekali menemukan toko yang khusus hanya menjual kertas. He? Kertas ? Ya betul … Bukan kertas bola dunia A4 itu lho ya… (Andalan bikin skripsi tuh) Atau kertas folio yang buat kita bikin karangan kalau ujian essay. Atau ingat jaman SD dulu pilihan bukunya buku tulis bersampul biru terbitan Leces, harus disampul coklat dan kalau digosok pakai penghapus tinta yang biru itu langsung robek robek.
Toko kertas disini maksudnya toko yang mengkhususkan diri pada berbagai jenis kertas. Baik untuk menulis, kerajinan tangan seperti origami misalnya, kertas bungkus kado, kertas stationery untuk surat pribadi, kantor, kertas surat, kertas ucapan terima kasih, kartu-kartu dan lain sebagainya.
Di dalam toko itu kita juga bisa menemukan berbagai jenis stationery tambahan seperti gunting, penggaris, pola-pola untuk menggunting kertas, buku-buku mengenai kertas dan lainnya sampai barang yang mustahil yang kadang nggak nyambung dengan tema kertasnya kita. Piring atau teko atau penggaruk punggung warna warni misalnya, apa ya hubungannya dengan kertas? Jadilah aku loncat menghayal oh ya sambil memotong kertas dan membuat kerajinan tangan kan perlu minum teh sama ngemil pizza hahhaa makanya perlu piring dan teko. Punggungnya gatal mungkin, nah bisa sekalian digaruk.
Selain itu juga ada stationery bermacam rupa. Ada juga bagian leather consultant. Aku pikir tadinya itu tukang jahit atau apa ya buat tas kali. Oh ternyata itu untuk buat dompet dan sampul buku dari kertas yang kita pilih. Bolpoin saja ada konsultannya disana mau milih bolpoin seperti apa untuk keperluan apa. Bener dah seni dan skill itu jadi dihargai sekali disana. Ternyata seni membuat bolpoin, berbagai alat tulis itu dan desain sampul buku sudah merupakan ketrampilan ratusan tahun disana dan mereka menghargai ketrampilan tersebut. Di satu toko di Osaka pajangan bolpoin dan pena itu menempati satu lorong tersendiri dengan rak dari atas sampai bawah sepanjang 20 meter ! Di toko lainnya ada khusus meja meja tersendiri untuk berkonsultasi dengan ahli bolpen atau ahli kertas atau ahli sampul buku! Aku jadi konsultan saja gak buka meja ini ahli kertas aja bisa punya meja sendiri. Sedih sedih sedih …
Kertasnya sendiri bisa dibilang bukan hanya satu jenis kertas saja. Bisa dengan berbagai macam cetakan, gambar dari mulai bunga sampai lukisan tradisional Jepang dan anime, tulisan (tentunya dalam bahasa Jepang), pilihan warna ratusan yang tidak kalah dengan buku katalog cat DULUX di enci toko cat langganan di Pangloma Polim, berbagai jenis berat, tekstur, ketebalan dan lainnya. Yang bikin semangat lagi semuanya dipajang bak museum of art. Dengan klasifikasi dn pengelompokan tertentu. Wah itu baru seniman. Pokoknya penggemar kertas yang mengenal berbagai jenis kertas pasti akan jatuh cinta dan tidak bisa keluar dari toko seperti ini. Balik ke Indonesia, kalau di toko buku disini ya barang ditumpuk saja nggak ada indah-indahnya. Seni display barang toko toko disini tampaknya harus belajar banyak ke Jepang.
Selain itu bukan hanya kertas lembaran yang dijual tapi juga berbagai anak cucu dari kertas. Buku, agenda, notes / buku catatan, journal diary, catatan harian, kartu selamat ucapan, berbagai sticky notes, things to do, lalu stationery perkantoran, dan puluhan jenis lainnya. Sinting dah … Yang nggak pengen beli aja semuanya dibawa hahaha. Yang namanya kartu ucapan saja bisa dari mulai ukuran pat gulipat sebesar telapak tangan sampai yang 3 dimensi ada semua disini. Belum lagi gambar-gambarnya … Waduh 4 jam di satu toko 8 lantai khatam rasanya belum cukup hahahaa.
Berikut ini adalah beberapa contoh display kertas di salah satu toko kertas di Ginza.
Saya sampai tidak berani megang satupun (untuk kertas ya, kalau agenda lain cerita borong malahan) hahahaha… Begitu masuk yang ada sudah takjub dengan ribuan pilihan, bukan hanya sepuluh duapuluh tapi beneran ribuan. Bukannya apa apa soalnya sekali sudah pegang bisa alamat pulang nambah koper semua ingin dibeli dan juga ingi koleksi semua warna. Satu jenis kertas bisa ada 200 warna itu gimana cerita ya… Sampai bisa ada gradasi warnanya. Warna biru misalnya bisa ada gradasi 15 belas warna dari segala warna biru yang nggak bakalan kepikiran deh itu ada kertasnya. Belum lagi kalau kertas itu punya variasi tekstur yang berbeda, polos, pakai alur, geret-geret (apa itu bahasa Indonesianya ya) ah sudahlah pokoknya masuk mata sudah puas memandang dan melihat ribuan kertas aneka warna dan motif.
Begitu cintanya orang Jepang sama kertas sampai sampai ada toko-toko yang mengkhususkan pada kertas-kertas dengan gambar-gambar klasik di Jepang. Cuma harganya juga nggak kira-kirašŸ˜€ untuk ukuran rata-rata orang Indonesia.
Jadi kalau anda pecinta kertas datanglah ke Tokyo, disini banyak sekali bertebaran toko kertas yang bisa untuk anda koleksi…
Show less
1

Ittoya Ginza Journal
Ittoya Ginza Papers