Salah satu pertanyaan yang hinggap di benak aku ketika akan berkelana ke suatu negara adalah, bagaimana kita menghemat transportasinya. Begitu juga ketika akan mengunjungi Jepang saat ini (2015-2016). Begitu banyak perubahan yang terjadi dari sejak kepergianku terakhir puluhan tahun yang lalu. Apakah ada transportasi atau satu system yang bisa membantu kita untuk berhemat ? Jika di Singapore kita mengenal adanya kartu EZ Link untuk naik MRT dan Bus, apakah kartu semacam ini juga tersedia di Jepang?
Maka dimulailah dengan program browsing untuk mencari cara terbaik untuk transportasi dalam kota Tokyo. Kalau duitnya segunung sih nggak susah ya, naik taksi saja hehehehe. Cuma sekali naik taksi 300-500 ribu ya bengek juga lama lama bahkan serangan jantung.
Ternyata… Bukan hanya satu sistem kartu transportasi yang tersedia di Tokyo dan kota lainnya di Jepang. Di Tokyo sendiri JR (Japan Railways) menyediakan berbagai jenis kartu PASS terusan yang bisa digunakan dalam satu hari.
Belum lagi jika anda berpindah kota seperti misalnya ke Kyoto, Osaka dan lainnya, maka kita harus mengganti kartu Pass tersebut, karena satu Pass yang berlaku di satu kota tidak akan berlaku juga di kota lainnya. Terbayang kan jika anda ingin berhemat mengunjungi 10 kota di Jepang dan anda harus mengantungi 10 kartu yang berbeda. Belum lagi tiap kartu terbatas hanya maksimal bisa digunakan 2 hari saja (dengan harga sekitar 3000 Yen / 2 hari), setelah itu anda jika ingin memakainya lagi di kota yang sama di hari lainnya, kawan harus membeli lagi kartu tersebut, Refoooootttt… Tokyo Pass tersedia dengan harga 1500 Yen untuk tiga hari tapi itu hanya terbatas untuk kereta saja tidak untuk restoran dan tempat wisata. Karena itu aku lebih memilih memakai Pasmo daripada Pass. Tapi terserah ya selera masing-masing.
Satu kata untuk informasi yang tersedia (terutama untuk orang baru) : PUSINGGGGG. Terlalu banyak pilihan, tidak praktis dan juga sangat membingungkan. Ditambah lagi kita harus menghafalkan :
1. Stasiun yang dilewati naik dan berhenti dimana. Juga halte busnya. Tiap Pass hanya berlaku untuk jalur tertentu.
2. Line penyedia kereta tersebut (kereta di Jepang tidak hanya dibangun satu perusahaan tapi berbagai perusahaan), ada belasan line yang kadang tidak terkoneksi satu sama lain dan kita harus berpindah stasiun agar bisa melanjutkan perjalanan kita.
3. Interkonektifitas antar stasiun, ada yang dengan mudah hanya pindah jalur saja tinggal naik turun tangga, ada juga yang super repot, kita harus keluar stasiun dan melanjutkan di stasiun lainnya.
4. Rute yang diambil. Rute A mungkin dilalui Pass tersebut, tetapi kita tidak bisa melanjutkan ke rute B, harus memutar lewat rute D dahulu. kalau aku sih sudah lah yau, lupakan memakai Pass, kecuali aku tinggal minimal 2 bulan sampai hafal semua rute mungkin baru memilih Pass yang sesuai.
5. Harga yang berbeda-beda. Harga setiap Pass berbeda-beda sesuai dengan rute. Padahal itu Pass satu kota. Lah rute saja kebingungan lihat nama stasiunnya, ini lagi disuruh milih Pass mana yang cocok. Jalur A mengeluarkan Pass A, Jalur B mengeluarkan lagi yang lainnya. Tokyo Pass hanya berlaku di jalur A C D misalnya.
6. Waktu Kadaluarsa sesuai dengan paket yang dibeli (hanya berlaku satu hari atau dua hari). Kalau sudah habis anda harus membeli lagi. Jadi seandainya kawan terlupa dan ingin memakai Pass tersebut esok harinya sudah hangus.
Padahal promosinya adalah selalu :
1. Berhemat murah kok cuma 1500 Yen – 2300 / Day. Tokyo Pass 800/day dan untuk tiga hari adalah 1500 Yen.
2. Unlimited ride dalam satu hari (mau seratus kali naik kereta silakan hehehe)
3. Bisa mengunjungi 20-30 tempat menarik, plus diskon bahkan gratis (museum, exhibisi, bangunan, taman hiburan, taman dll). Untuk Osaka Pass.
4. Diskon berbagai tempat makanan restoran (yang nggak jelas harganya karena menguras kantong… – terutama akan dirasakan jika kawan bepergian sekeluarga)
OK kita bahas satu demi satu ya …
1. Berhemat … Tergantung … Jika anda sudah tahu mau kemana dan tahu bahwa anda bisa memakai kartu itu minimal 10x perjalanan MRT, 10 tempat berbeda dalam 1 hari nah itu baru namanya berhemat. Di bawah itu lupakan … Nggak kuku loh … Pakai PASMO saja. Alasannya ? Baca di bawah …
Yang namanya stasiun kereta di Jepang itu tidak user friendly seperti di Singapore dimana`mana kita dimanjakan dengan eskalator dan lift. Nyaris hampir semuanya tangga naik turun yang kadang curam, nggak cuma sepuluh pijakan tapi bisa 20-30 pijakan turun. Udah sampai ? Belum … Lalu disuruh jalan lagi 500 meter, turun lagi 20 anak tangga, belok kiri jalan 100 meter, nyebrang naik tangga 20 nah baru dah ketemu hehehehehe. Itu baru satu line di satu stasiun. Selamat dahhhh.
Aku saja uji coba 6 kali naik stasiun yang berbeda dalam satu hari rasanya udah patah tulang. Pulang koyoan, plus minyak angin dan antangin. Padahal itu hanya mengunjungi satu daerah saja … Hari pertama sok teu, keliling Ginza 6 jam, itu saja nggak ke keliling semua, tetap hanya berkutat di jalanan utama. Hari kedua Shibuya doang tuh, hanya sanggup naik turun toko 7 saja, di luar itu duduk di kafe hahahhaa. Sementara ada ratusan toko cantik di Shibuya.
Jadi boro-boro maruk, mau lihat 5 tempat wisata di tempat yang berbeda-beda, naik turun stasiun pake MRT yang ada kaki lecet, encok iya. Satu daerah aja cukuplah … Nggak percaya? Cobalah turun di Shibuya, itu satu hari saja tidak bisa dikelilingi semua. Belum lagi kalau salah keluar pintu Exit nah itu judulnya selamat unlimited walking. Jangan tanya di daerah Shinjuku. Di kepala kita adanya Shinjuku ya Shinjuku, eh tahunya terbagi Ni Chome, San Chome dan lain2, ada kali 5-10 area Shinjuku yang berbeda. Saya pernah tersasar turun di Shinjuku Central… Padahal ingin menuju Shinjuku ni chome, akibatnya berputar-putar jalan di bawah tanah sekitar satu kilometer di bawah plus di atas jalan lagi satu kilo meter lagi. Waduh ini mah namanya bukan berhemat, pegel linu iya.
2. Unlimited ride …
Nah ni dia deh … Orang Indonesia kan seneng gratisan … Hihihihih ketipu dah sama promosi. Bayangkan sudah kondisi stasiun keretanya yang naik turun bisa sampai 4 lantai ke bawah tanah, lalu disuruh naik lagi, belum belokannya bisa 30, gimana bisa unlimited ride ya? Misalnya kita ke Universal Studios menggunakan kartu MRT Osaka Pass yang seharinya harganya 2300 yen …, lah kita pergi pagi, lalu pulang malam. Setelah tutup Universal Studios kan hanya naik pulang pergi 2 x naik bukan ? Hitung misalnya dengan pindah jalur 2x maka total 4x perjalanan naik kereta. Paling hanya habis 600-800. Lah sisanya buat apa 1500 sekian ? Terbuang bukan? Emangnya habis dari Universal kita mau ronda keliling Osaka naek kereta nggak turun-turun, hihihi, keluar stasiun mana, masuk lagi demi unlimited ride. Sangat tidak masuk akal dah ….Unlimited walking ya lebih tepatnya !!! Itu bagus juga jadi icon baru Unlimited Ronda…
Jadi kalau yang lain pada promo Pakailah Tokyo Pass, Osaka Pass, silakan dengan catatan kawan hitung dulu yang bener ya lebih untung atau buntung. jangan asal kelihatan murah
3. Bisa mengunjungi 20-30 tempat menarik, diskon bahkan gratis (museum, exhibisi, bangunan, taman hiburan)
Waduh ni dia… Maruk abisss…. Ibaratnya mau keliling seluruh tempat wisata seJabodetabek dalam satu hari karena ogah rugi, udah bayar pakai satu Pass, Tokyo Pass atau Osaka Pass. Yakin dah satu tempat cuma numpang sampe, foto depannya, 5 menit ngibrit lagi pindah tempat laen, gue rasa baru 10 tempat kalo nggak inalilahi diterima amal ibadahnya, masih untung tuh. Ya iyalah … Sinting aja lagi lari-lari cantik antar stasiun MRT demi 10 tempat gratis, selfie doang. Yang ada cantik kagak, masuk UGD iya stroke …. Itu ya satu kartu hanya berlaku satu hari saja… lagian juga kan ada jam tutup, emang masih mau sampe tengah malam maksa penjaganya bukain pintu dong bang, karena kita dah sampe…. Jauh nih dari Indonesia. Paling disangkain teroris lagi ntar. Duhhhh nggak deh ah… Yang pro pakai Osaka Pass bilang 2 hari katanya cukup. Duh tetep ngotot deh … Dua hari Osaka Pass itu bisa 3000 Yen, tetep aja itu 30 tempat disatronin plus 20 restoran dikejarin impossible dah… Lah kita kalau lapar, emang mau nahanin laper terus nyari si restoran diskon yang paling diskonnya hanya 10-20 persen itu, Belum tentu di daerah yang sama lagi, bisa jadi jalan unlimited ride lagi hehehehehe. Kalau hanya ingin benar-benar berjalan antar tempat di Tokyo pakailah Tokyo Pass, tapi jangan lama-lama di setiap tempat malahan jadi tidak terpakai sayang. Cuma siap-siap kaki bengkak ya. Jadi pikir panjang kalau mau beli Pass ya …
4. Diskon di berbagai restoran. (Osaka Pass)
Ini juga super mustajab dahhh… Kita hanya makan pagi, siang, malam bukan ? Maksimal 3 kali makan, masih ngejar diskon puluhan restoran yang tempatnya juga kadang tersembunyi di stasiun mana …. Di peta terlihat dekat, begitu sampai jauh ya…. Hanya ngejar diskon dengan kartu PASS? Lupakan … Bayangkan kawan berjalan di satu daerah lalu capek, lapar, kehausan, pegel linu, masih mikir ngotot nyari restoran diskon seperti di PASS? Yang kadang perlu lagi naik MRT ke stasiun berbeda. Aduh nggak deh … Mendingan depan mata ada kafe enak ya tinggal masuk beres, nggak usah mempersulit hidup hanya nyari diskon.
So hitung kembali perjalanan kawan-kawan. Jika hanya ingin mengeksplorasi satu daerah setiap harinya gunakan Pasmo … Paling bolak balik hanya habis 400 Yen. Maksimal 2 tempat / hari rasanya sudah cukup menikmati hari-hari liburan di Jepang. Dua tiga tempat dan puas menikmatinya pelan-pelan itu palingan hanya habis 600-800 yen deh …
Be wise ya … Jangan terjebak iklan atau kata orang … Cek lagi ya… Hitung untung ruginya itu tiap PASS. Apalagi jika bepergian dengan keluarga dan membawa anak-anakkecil. Wah berabe, bisa-bisa mereka ngamuk di jalan. Di foto berikut kawan bisa melihat contoh itinerary yang dibuat oleh JR line. Wah kalau aku sih nggak sanggup ikut seperti itu. hanya beberapa menit keluar stasiun lihat tempat, lalu pergi lagi … Belum puas rasanya.
Lihat lanjutan artikel ini dimana aku akan membahas lebih rinci mengenai Tokyo Pass dan Osaka Pass