Singapore adalah negara tetangga kita yang terdekat. Pulaunya kecil dan kita lupa dia adalah satu negara. Padahal sebetulnya satu kota. Luasnya bahkan lebih kecil dari Jabodetabek.

Hebatnya pesonanya dari dahulu selalu memikat orang Indonesia. Jaman dahulu sekali area perbelanjaan hanya tersebar di sekitar Orchard. Dan jaman itu saingannya di Jakarta adalah Ratu Plaza. Kini ia melesat dan masuk jajaran negara kaya di dunia. Ya nasib Indonesia, negara gede gede buanget namun pembangunannya lambreta ratahayo. Untung presiden sekarang sudah mulai membangun infrastruktur dimana mana, kalau tidak dimulai, bisa makin tertinggal kita. Jaman-jaman dulu sih ngebangun cuma banyakan di Jawa ya … Nah saatnya Indonesia unjuk gigi semua pulau dibangun.

Balik ke Singapore, banyak di antara teman-teman yang sudah terbiasa dengan Singapore. Namun, bagi yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota ini (kota apa negara ya, rancu) bisa stress juga dengan apa yang bisa dilihat disana. Nah untuk membantu memecahkan kegalauan ini bagi para pemula silakan baca tips2 berikut.

Begitu datang di bandara, ada dua pilihan. Satu jangan langsung keluar tapi nikmati dulu fasilitas bandaranya. Dijamin kagum ngeces dah, soalnya tidak seperti bandara, tapi dibuat seperti kompleks pertokoan.

Jangan kalap belanja dulu disini, lihat-lihat dan catat harganya. Lalu bandingkan di downtownnya. Selain itu, juga banyak tersedia fasilitas lainnya yang mustajab ada di bandara lainnya, seperti museum, taman bunga, peternakan kupu-kupu, kolam koi, tempat pijat kaki dimana-mana (coba deh), bioskop dan kolam renang dan banyak lagi. Beberapa gratis dan beberapa lainnya berbayar. Buat yang mati hpnya, carilah meja-meja / kursi-kursi yang tersedia berikut colokannya. Atau mungkin mau tiduran dulu, bisa… di beberapa tempat tersedia tempat tidur gratis (berbentuk kursi panjang ya, jangan ngarep ada spring bed di Changi).

Tanya information centre, mereka juga bisa memberikan akses wifi kalau kita minta, tinggal menyerahkan pasport kita untuk didaftarkan.

Pilihan selanjutnya adalah langsung tutup mata dengan godaan iman ini, dan langsung keluar imigrasi dan cari mrt station. Letaknya di bawah di antara terminal tiga dan terminal dua. Minta peta mrt di stasiun kereta bandara. Pelajari sebentar. BTW di bawah terminal tiga itu ada pusat pertokoan juga… Dan ada food hall besar sekali disana. Makanannya jauh lebih terjangkau daripada di atas dan pilihannya lebih banyak.

Rute MRT di Singapore sangatlah mudah dan tidak bikin sakit kepala. Yang perlu dilakukan adalah melihat warna, ujung stasiun satu sama lain, dan mengetahui dimana kita harus berhenti. Kalau ada persimpangan warna berarti di stasiun itu kita bisa berpindah kereta ke lajur lainnya, untuk mencapai stasiun tujuan kita. MRT Singapore jauh lebih modern dibandingkan MRT di Tokyo misalnya. MRT Singapore mirip dengan BTS Bangkok. Lebih keren.

Pembelian MRT card bisa dilakukan di loket dan kita bisa membeli kartu tourist 2-3 hari yang juga bisa digunakan di bis-bis kota. Kalau punya banyak waktu luang, gunakan bus kota saja, walaupun lambreta, paling tidak bisa keliling-keliling melihat kota dengan biaya terjangkau. Lihat petunjuk lengkap mengenai kartu mrt tourist Singapore di sini.

Dengan MRT sebetulnya kita bisa membagi beberapa blok warna untuk memudahkan kita berkeliling.

Contoh ya : saya memberikan blok warna2 di peta berikut untuk memudahkan teman berkeliling Singapore.

Bagilah acara perjalanan menjadi beberapa wilayah jelajah:

A.Orchard dan Sekitarnya (Orchard, Sommerset, Dhoby Gout) :
Orchard mah sudah tahu lah ya tempat ibu2 Indonesia arisan disini hehehee. Apalagi musim Great Sale bulan Mei akhir – Agustus, dan November akhir – Januari pertengahan. Itu saatnya Singapore menjadi pengganti ibukota kita tercinta Jakarta. Kita bisa mudah menemukan berbagai langgam dari emak-emak bahasa Jakarta, Suroboyo, RancaBana Padang, Edodoe Sulawesi, sampe ka Papua. Semua propinsi lengkap ada di Orchard. Lengkappppsssss. Itu TMII pindah situ. Dan semuanya ibu-ibu gym aerobik, hepi shopping bawa kantong-kantong belanjaan. Nggak kalah dengan yang angkat besi. Nggak satu loh, bisa sepuluh … Jadi bisa saja bawaan kiri kanan itu 5 kiloan. Jadi jangan minder kalau baru pertama pas jalan, terus datang saat Great Sale, maklumilahhhh… Bagusnya sih ikutan belanja hahahhaha. Diskonnya suka gila-gilaan soalnya. Saat itu sepatu dan tas bisa diobral 5 M. Murah meriah muntah mencret mati. Pernah aku lihat ibu-ibu kalap rebutan ukuran sepatu di basement Takashimaya, seru dah. Seru mgeliat orang belanjanya.

Banyak toko asik disini. Takashimaya, Ion, Wisma Atria, Lucky Plaza, Paragon, Mandarin, Sommerset, The Herren, Central Point, OG, CK Tangs bertebaran disini. Buat yang suka masak dan yang mau beli2 peralatan dapur yang ajaib2 nggak ada di Indonesia, ada dua tempat paling oce, Basement Takashimaya dan CK Tangs. Kualitasnya ok dan harganya dibanding di Jakarta jauh lebih murah.

Kalau cari minyak wangi sama kosmetik yang bagus di CK Tangs lah. Kalau ada uang berlebih, koleksi pria dan wanita disini jaminan mutu, bagus, sangat bagus dan super bagus, cuma ingat ya : kantong bolong, sangat bolong dan super bolong.

Kalau bawa duit pas, jangan beli baju dan lain-lain disini ya. Kartu kredit juga kudu dilaminasi. Supaya kalau mau belanja pas nyodorin kartunya dilambai-lambai saja depan salesnya, eh maap kartunya dilaminasi hihihi, bayar pake sendal jepit boleh nggak mbak ? Hahaha.

Kalau maksa mau belanja boleh kok, baru satu hari langsung gembos nanti, lanjutkan saja dengan puasa sama doa-doa mustajab nanti: Ya Tuhan kapan hujan duit ? Itu sepatu soalnya waduh aminul yakin kudu dibungkus. Soalnya bagus-bagus dan cantik-cantik. Sepatu pria juga mana tahan kulitnya bagus-bagusnya banget dan modelnya stylish.

Mau tahu spending disana berapa ? Kadang kalau nurutin nafsu sepuluh jetong nggak kerasa loh. Kira2 seribu dollar Singapore. Kalau baju sepotong $100-250 dollar, sepatu $200-300 dollar, baru 4 pieces dah abis kan $1000? Sehari. Gelepek kan. Makanya kalau agak ngepas disini buat belanja jendela aja. Eh idiom loh ya, jangan pulang bawa jendela beneran. Abis semuanya bagus. Nggak percaya ? Cobain aja sendiri, kalau tagihan banyak pas pulang bikin kepala goyang dombret, ya jangan salahkan daku.Salahkan suami kenapa nggak dibekelin lebih banyak wkwkwkw.

Takashimaya basement adalah tempat orang Indonesia gaul…plek plek nggak ada habisnya. Disitu banyak restaurant dan food hall. Juga supermarket. Pokoke mau coba makanan selera Indonesia, kesitu deh. Harganya lumayan lah yau, nggak mahal-mahal amir, standard Jakarta dan Bali.

Makanan Jepang bertebaran disini dan enak semuanya. Pilihan tempat makan lainnya adalah di Food Hal Wisma Atria. Yang gila buku sebelum toko buku di Singapore diutup semua, disini ada Kinokuniya yang gede, sayangnya sekarang sudah dicut sebagian jadi lebih sempit. Hiks padahal koleksi bukunya paling top dah. Dulu ada juga Page One di Harbourfront dengan koleksi bukunya yang lebih ajaib lagi, dan Borders juga di Orchard. Sayang keduanya sudah almarhum juga.

Coba ke ION basement, disitu juga tempat makanannya asik dan enak. ION itu dept store oce berbentuk nggak jelas planet mana. Mau dibilang duren nggak juga, mau dibilang sarang lebah kok ya gitu. Bingung dah pokoknya. Benjol kemana-kemana. Aku suka disitu, soalnya dikasih wangi-wangi, jadi kalau lagi bengek datang kesitu paling nggak, inhalasi gratis, nafas lega, mata adem lihat barang bagus2. Pulang sehat loh, beneran. Baju wanita dan pernik, waduh wasalam deh sini mah… Pokoknya kalau nggak kuat iman jangan kesini. Mungkin perlu ditambah doa menguatkan iman dan tahajud sebelum kesini. Kalau sama temenku satu ada tuh, istigfar sih istigfar tapi barangnya tetep dia geret masuk koper. Untung bukan bini gue. Hahahaha. Baju pria juga oce disini, koleksi dompet dan tas pria ok juga disini. Bingung kan. Aku saja suka bingung mau ambil yang mana. Belum lagi elektronik, kosmetik, kacamata, stationery (ada toko alat tulis dan buku catatan yang koleksinya dia ubah tiap berapa bulan). Pokoknya harus berdoa kuat-kuat supaya tidak semua dibawa pulang.

Kriteria barang disini : kantong sangat bolong dan super bolong ya. Selain itu disini ada Muji dengan pilihan kosmetik Jepangnya yang ok, tempat wine, kafe-kafe yang kuenya yang aduh asoinya, juga salah satu toko Mac terbesar ada disini. Toko kacamatanya waduh oki doki. Salah satunya, brand Swissflex dari Swiss yang super ringan sekali serasa gak pakai kacamata. Dan dia bisa dicustomise kita kombinasi seperti jam tangan Swatch. (Orang Swiss gitu ya semua dicustomised, lah kalau nyari bini mereka customised juga nggak ya?). Eh disana harganya gak ketulungan ratus ratus dollar gitu. Sampai di Jakarta, aku menemukan distributornya di Ambasador, hahahaha harganya 1/3 nya. Gile deh jauh-jauh ke Spore di sini malahan ada distributornya langsung.

Yang juga hips disini adalah Lucky Plaza dan Paragon. Lucky itu jaman baheula banget mallnya, tempatnya kamera bertebaran disini kalau mau beli. Banyak jenis kamera nggak masuk ke Indonesia. Ingat ya tawar dan cek di beberapa toko jangan langsung main iya. Kalau bisa sebelum datang sudah bandingkan harga dengan di Indonesia. Beberapa ada yang jauh lebih murah dari Jakarta, tapi selalu pastikan sudah tahu kisaran harga. Eh jangan lupa beli eskrim potong di trotoar, sedollaran dulu mah. Asoi tuh. Beli, duduk dan makan seraya melihat berbagai pemandangan otang lalu lalang. Seru juga.

Ehhhh penting ni…. ada sex shop disini. Nah, yang mau foto-foto sama barang2 kerajinan sex shop disini aja hahahhaa. Kondom warna warni, dan peralatan lainnya. Bawa pulang juga boleh. Kalau masuk sini, jangan bego-bego amat ya… usahakan tampil profesional, berpengalaman dan berijazah hahahahaha. Lumayan buat ilmu pengetahuan. Kalau mau foto jangan ketauan, kalau mau foto agak banyak bisa, beli saja beberapa barang buat kenangan2 wkwkwkw lalu foto2 haha. Sampai di Indonesia gantungin aja di kaca mobil depan, kan beda sendiri hahaha.

Sommerset lebih hips, tempat anak muda dan toko2nya ditujukan ke pangsa anak muda, seperti H&M, Uniqlo, dll. Koleksinya banyak yang belum masuk atau tidak bakalan masuk ke Indonesia. Kalau soal mode kita ketinggalan 6 bulan sampai setahun. Koleksi mereka disana sudah gak laku baru dilempar ke Jakarta. Hal yang juga terjadi dengan toko-toko brandednya. Lalu karena pajak di Indonesia lebih mahal, kadang-kadang (dan seringkali) membeli disana bisa lebih murah. Tapi cek-cek dulu ya. Tergantung musim sale dan kurs (kurs kita nggak jelas kemana arah, tapi setiap kira-kira 10 tahun biasanya nyaris 100% inflasi tidak ada harganya dengan kurs Singapore). Bayangkan dulu ruh Singapore dollar = Rp. 1.500 nah sekarang kan nyaris Rp. 10.000

Juga ada Tokyu Hands cabang Jepang disini. Di situ produk Jepang bertebaran, termasuk kosmetiknya yang kadang nggak masuk di akal. Ajaib dah pokoknya coba kunjungi sendiri deh. Aku saja menemukan hornet untuk pria. (itu loh kalau emak2 pakai sanggul kan pakai jaring-jaring supaya nggak lari kemana mana sanggulnya), lah kalau cowo apanya yang dikasih hornet ya. Kadang mikir kreatif, oh mungkin anunya dibelit hornet biar gak lari-lari hahahahaa. Belum coba sih, hahaha, siapa mau ikutan beli ? Nanti kita foto bersama wkwkwkw.

Kafe di depan Uniqlo lantai dua recommended tuh enakkkk. Juga toko stationery banyak disini, buku, tas, alat tulis bisa bikin mata juling buat pecintanya. Penggemar bh yang bagus nah cari deh disini. Banyak keren-keren. Hehehe.

Jadi belanja disitu lebih baik bawa shopping list ya, kalau nggak semua di bawa loh. Kalau aku biasanya selain sudah tahu mau kemana di Singapore, juga sudah pasti mau beli apa yang tidak ada di Indonesia, jadi tidak kebobolan.

Kalau mau cari tas dompet, nah belok ke OG deh, situ tempatnya. Ada ratusan pilihan di lantai bawahnya. Satu lantai memang khusus tas dan dompet. Dulu ada sandal Scholl yang top jaman baheula. Sekarang nggak yakin ada harus dicek lagi disana.

Banyak restaurant asik di Sommerset (walau dari segi rasa kadang ajaib). Cuma harganya kadang anonoh ya. Waktu iseng sih liat cewe2 hips wah pada ngantri, ikutan deh ngantri makanan. Kaya antri sembako. Eh taunya kebelenger, Burger doang dan minum 200 rebong. Hahaha.

Mie ayam 80 rebong, jauh lebih asoi bakmi GM dah… Terakhir uji coba makanan Jepang dorayaki (mun di sukabumi mah kue ape), bill $20 dollar, berakhir 3 kali mencret. Yah mendingan gue beli kue ape dah ketauan.. (Pwrut Indonesiaaah gitu loh)

Paling nggak kan bisa selfie disitu, sudah menjejakkan kaki di restoran yang nggak jelas mahalnya. Kalau pake modus bisa sih, melipir aja depan-depannya pura pura disitu, juga kalau bawa koper atau ransel. Foto aja di lobi Mandarin apa di Marina Bay hahahhaa yang penting dah gaya kan disitu posting di FB, kan yang laen nggak ngecek tagihan kamarnya. Tokonya sih keren-keren abis. Foto aja depannya toko, semua gaya diekspose. Mau nungging mau telentang boleh. Paling disamperin sekuriti. Kali pulang jadi celebs di Instagram.

Setelah Orchard, Sommerset kita beranjak ke area berikutnya. Berikutnya adalah daerah Dhoby Gout, dan dari sini bisa masuk ke area Plaza SIngapore dan PS Extension. Sssttt di bawah Plaza Singapore ada supermarket besar, nah kalau mau beli oleh2 makanan salah satunya disini. Murahnya ya ukuran dollar Singapore ya, jangan ngarep harga pasar Benhil hahahha.

Pilihan lain disini, breadtalknya asoi endang geboy dah … cobain belanja deh. Di lantai berapanya ada satu toko yang nggak ada di Indonesia, lupa aku namanya, segala macam pernak pernik interior design ada disitu. Plus dengan bahan2 menjahit, dan lain sebagainya. Kalau mau dandanin rumah, salah satu favorit buat isi rumah disini. Ada bioskop asik di lantai paling atas dan Yamaha Music Center. Nah penggemar alat musik dan buku musik cari disini deh semuanya ada, aku aja kadang kalap banyak yang dibeli hahhaa.

Plaza Singapore itu tempat gado2 beda sama di daerah Orchard. Orchard banyakan mahal dan mahal banget. Di Plaza Singapore masih terjangkau lah. Favorit : toko sepatu disini ok ok. KFC sini rajanya, kudu nyoba, lembut halus dan berbeda teksturenya. Yang girly2 gitu nah sini banyak pilihan di basement 1 dan 2 ya. Ada toko paper and stationery gede banget disini. bisa beli segala rupa. Pet shop juga ade… kali mau beli mainan untuk anjing atau kucing di rumah. Salah satu outlet Samsung yang ngetop disini juga showcasenya. Dan banyak yang gak tahu, kalau mau beli produk Apple disini juga ada Mac store, daripada antri di Orchard atau Sommerset, ya mending disini sepi. Toko baju-baju kerja disini juga ok, kalau beruntung setiap berapa bulan mereka gelar sale abis di tengah2 pelataran. Itu koper saja bisa jadi murah-murah. Termasuk aku yang tergoda beli si koper beureum disitu diskon 70 persen.

Pokoke kesimpulan kudu didatengin tuh Orchard buat foto2 mah… paling nggak kan keren dan bertengger kukuruyuk disana.

Dari daerah sini juga ada bioskop Cathay, dan Sekolah seniman disini, bagus buat foto2. Jalan agak jauh sedikit kita akan sampai di daerah Bencoleen banyak tempat makan disini. beranjak lebih jauh kita akan ke area Brass Basah … Kalau yang suka arts, melukis, kertas2 dll daerah sini ada satu gedung khusus perlengkapan seniman. Waduh parah dah, kalau model aku pulang, bisa bawa peralatan melukis satu koper sendiri. Nyaris semua merek brand alat lukis ada disana, ada yang kaya supermarket juga, raknya sampai atas-atas dan di pinggirnya ada katalog warna apa, no sekian dll. Gila deh pokoknya. Kalau diikutin hobiku melukis bisa parah disitu seharian. Mah buat teman yang punya anak bakat gambar dan melukis, daripada belanja nggak-nggak, bawa aja kesini.

B.Bugis Junction
Lanjut ya … Daerah berikutnya adalah Bugis Junction. Sini oce, tokonya seperti Pasar Baru, dengan jalan- jalan setapak, cuma atasnya ditutup kaca dan bersih sekali. Ada juga air mancur disini bisa ikut basah2an. Tokonya anak muda lah, perintilan yang gak perlu jadi perlu disini tempatnya. Sekarang dia disambung lagi jadi ada extension skywalk. Ya barangnya gitu deh, yang gak perlu jadi perlu. Senang kali main kesini soalnya banyak sudut buat foto ciao bella disana. Cobain deh. Kadang banyak barang hasil designer anak muda mereka disini. Harganya oklah dan kualitasnya bagus-bagus. Ada tempat makan juga di atas, tapi selain rasanya ajaib, susah juga dapat rempat duduk karena selalu penuh. Paling buat foto saja sudah sampai situ hahahaha. Foto makanannya nebeng foto makanan orang saja wkwkww.

C. City Hall
Berdekatan disini adalah City Hall, City Walk, Citilink dan Peninsula. Banyak makanan enak tersebar disini, toko roti dan jajanan lain. Di beberapa sudut ada toko diskonan lumayan, coba muter deh. Buat penggemar elektronik, komputer dan perlengkapannya di Peninsula itu ada mallnya besar. Bisa sehari tidak keluar dari situ. Semacam Glodok cuma lebih bersih. Namanya Funan. Saingannya Funan adalah Sim Lim Square. Kalau di Sim Lim jangan belanja ya, mendingan cek uptodate elektronik komputer dan gadget terakhir saja ada apa, kalau beli hmmm jangan deh, kebanyakan suka nipu disana. Segala teknologi paling akhir dari Microsoft, Apple, Android semua bertebaran disana. Buat cuci mata dan update teknologi ok lag.Dari City link kalau tidak salah kita bisa berjalan dan keluar2 di daerah Marina.

D. Marina Bay dan sekitarnya
Di Marina kita bisa menemukan taman bunga Garden at The Bay- berbayar (bagus, mahal, btw padahal di Indonesia ada yang jauh lebih keren Taman Bunga Puncak), Marina Bay Sands (pertokoan mehong), plus hotelnya yang berbentuk perahu dan kolam renangnya di atas, Merlion Singa duyungson itu, juga Museum2, dan Esplanade.

Wajib naik ke atas Marina Bay ya … Foto disana … Kalau tidak salah bayar juga naiknya. Foto di lobbynya saja juga ok pura-pura nginep disitu hahahahaa. Kan keren, dah sampai Marina Bay. Situ juga ada dayung-dayungan ala Venesia, lah yang dayungnya nggak cakep2, percuma naik mana mahal. Mendingan teman pada foto ama ngko ngko Glodok aja banyak yang cakep tuh. Hahaha. Jangan lupa bawa perahu karet Ke Glodok minta didayungin. Hihi.

Marina kerennn abis dah … apalagi lihat pemandangan lautnya… di sebrang Marina Bay itu ada Financial District, top abis buat foto. Jalan saja berkeliling di situ sampai ke Merlion si singa duyungson itu, lalu ke Fullerton Hotel yang harganya semalam ngabisin gaji sebulan, juga ada tempat balapan F1 disitu, Toko Louis Vuitton yang ngambang di laut (ya iyalah ngambang masa tenggelem). Foodhall dsini makanannya oce-oce.

Satu yang jarang orang datang, kecuali ada konser, yaitu Esplanade. Itu concert hall bentuk duren, di bawahnya ada toko-toko kecil2, kafenya kuenya enak2, ada toko aromatherapy disitu wajib beli. Coba naik ke lantai lantai berikutnya. Ada perpustakaan musik terbesar disitu. Kafenya juga asik. Koleksinya jangan tanya, kalau penggemar musik disitu deh, nyingkem ngaduk-ngaduk koleksinya : CD, DVD, buku musik, journal, segala rupa ada. Bukan hanya musik saja tapi juga performing arts lain seperti tarian dan film ada disana. Yang menyedihkan adalah : mereka memakai hiasan-hiasan seperti wayang dari Indonesia untuk pajangan dan diakui sebagai subkultur mereka. Cek deh. Juga sedih apa bangga ya? Koleksi musik apapun di Indonesia mereka punya, bahkan partitur dari kerajaan Solo, Yogya, rekaman dan pembahasan tari-tarian daerah kita dan lain-lain mereka ada. Nah lohhh di kita saja belum ada tuh koleksi begitu. Sedih ya… Hiks. Belum ada kan Jakarta Art Center yang semua koleksi musik dan pagelaran tarian Indonesia dikumpulin dan dipelajari?

E. China Town dan Sekitarnya (ada toko Tintin disini bagi penggemar Tintin), Pernak pernik oleh2 dan beberapa khas Cina, dan kalau malam hari, disini dibuka pasar malam khusus untuk makan diterangi lampion2. Nah buat foto ok tuh. Ada banyak sudut asik disini, gratis buat foto2. Penginapan murah bertebaran (murahnya sana 250 ribu/ orang, sekamar berdelapan hahahaha, lah ke Bandung masih dapat kamar berdua keren).

Di sebrangnya itu ada kompleks besar disitu. Situ pusatnya sepatu. People’s Park namanya. Mungkin sekarang sudah berubah sesuai perkembangan jaman. Di daerah sini ada kuil Hindu yang berwarna warni seperti di India cuma lebih bersih dah), juga ada kuil yang menyimpan relik Buddha.

Buat yang suka encok2 pegel linu, lemah sahwat (hahahhaa), nah sini tempatnya, banyak toko obat2an ramuan chinese disini. Sepanjang jalan. Juga ada toko2 manisan dan permen-permen cina enak. Nanti kalau dah bisa berdiri yang lemah sahwat, lapor di FB ya testimoni : Terima kasih om Wahjoe berkat sarannya, saya sudah bisa ON dan istri saya jadi awet muda beli ramuan di Chinatown.” Qiqiq.

Ang Siang Hill di daerah ini juga, berkelok-kelok dan nanjak gitu. Aku suka kesini banyak kafe yang asik disini.

E. Clark Quay
Dekat dari sini adalah Clark Quay. Jangan datang siang kesini … Tutup semua. Jadiiii… Mulai ngetem disini kaya bemo dari jam 5 sore ya … Udah mah sunset, itu disitu perumahan warna warninya semua jadi bling-bling lampu semua. Kudu foto abis disini. Ingat sore ya bukan pagi atau siang. Sini tempat dugem deh ah. Mau ngafe-ngafe semaleman bisa, makin malem makin rame. Minum2 boleh, mabok boleh, asal bisa jalan pulang. Sebrangnya ada pertokoan dan banyak bahan interior desain disitu keren-keren. Ada satu toko etnik barang2 China yang dipoles jadi modern keren dah. Wajib kesitu buat yang mau isi rumahnya.

Gile ni dah panjang, aku sambung ke jilid dua ya…

Atau ikuti petualanganku yang lain di sini